32.5 C
Jakarta

Muhammadiyah Bertekad Bantu Kaum Mustadh’afin

Must read

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...

Belajar dari Rumah Berlanjut, Kemendikbud Kembali Terbitkan Surat Edaran

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebijakan belajar dari rumah dalam masa darurat Covid-19 akan terus diberlakukan untuk daerah zona merah dan kuning Covid-19. Karena...

Jakarta, Menara62.com– Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bertekad membantu kaum mustadh’afin yang dirugikan secara struktural. Hal tersebut disampaikan di Jakarta, Kamis (29/12/2017), dalam diskusi media bertajuk Catatan Akhir Tahun 2016: Membela Kaum Mustadh’afin.

“Mustadh’afin ini ialah kaum yang dimiskinkan dan dinistakan secara struktural, beda dengan kaum dhuafa. Ada faktor X sebagai penyebab seperti kebijakan di sana. Kalau Muhammadiyah menyebutnya mustadh’afin, maka lembaga lain menyebutnya kaum terpinggirkan atau masyarakat marjinal, padahal sama saja,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Diskusi yang diadakan di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Dakwah Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, ini juga dihadiri oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah M Nurul Yamin, Komisioner Komisi Yudisial Farid Wajdi, Direktur Madrasah Anti Korupsi Abdul Rahman Syahputra Batubara, Direktur Perludem Nini Anggraeni, dan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati.

Para pemimpin lembaga/organisasi di atas juga memaparkan pandangannya mengenai pembelaan terhadap kaum mustadh’afin. Mereka juga menyatakan siap bekerja sama dalam membela kaum mustadh’afin. Mereka berharap berharap bisa saling bersinergi bersama membela hak-hak masyarakat marjinal atau mustadh’afin. (Ahmad Dani)
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...

Belajar dari Rumah Berlanjut, Kemendikbud Kembali Terbitkan Surat Edaran

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebijakan belajar dari rumah dalam masa darurat Covid-19 akan terus diberlakukan untuk daerah zona merah dan kuning Covid-19. Karena...

Kalender Pendidikan Tidak Mundur, 13 Juli Hari Pertama Tahun Pelajaran Baru 2020/2021

JAKARTA, MENARA62.COM - Proses Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 akan segera dimulai, artinya sistem pembelajaran akan segera masuk Tahun...