24.8 C
Jakarta

Muhammadiyah, Harga Kedelai dan Kesejahteraan Rakyat

Must read

BAZNAS KALTIM DISTRIBUSIKAN BANTUAN KE SULBAR

  MAMUJU, MENARA62.COM-Gempa yang menimpa wilayah Majene, Mamuju dan sekitarnya menggugah kesadaran banyak pihak untuk menyalurkan bantuan baik dilakukan sendiri maupun melalui lembaga-lembaga resmi. BAZNAS provinsi...

Berikan Trauma Healing, MDMC Kalsel Terjunkan Beberapa Relawan

KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan Menerjunkan Relawan Psikososial ke beberapa Titik Pengungsian yang ada di Kalimantan...

MDI Indramayu: Pernyataan Nadiem Terkait Seragam Sekolah Bersimbol Agama Justeru Bikin Gaduh

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI) Kabupaten Indramayu menanggapi video yang beredar di media sosial dimana Menteri Pendidikan melarang sekolah menggunakan...

Jadi Ketua Umum MES, Anis Sampaikan Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS, Anis Byarwati, menyambut baik terpilihnya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir menjadi Ketua...

Kalau harga kedelai naik, maka biaya produksi dari para pembuat tempe dan tahu tentu akan meningkat.

Kalau biaya produksi mereka meningkat tentu harga jual mereka juga harus meningkat. Tapi kalau harga jualnya meningkat, maka daya beli masyarakat tentu akan menurun. Penurunan harga beli ini, dapat membuat keuntungan produsen dan pedagang tahu serta tempe tersebut akan menurun.

Itulah pandangan Buya Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika menanggapi kemelut “tahu dan tempe” yang terjadi akhir-akhir ini.

Dan kalau hal ini yang terjadi, menurut Buya Anwar Abbas, tentu akan sangat berdampak atau berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan produsen dan pedagang tahu dan tempe. Implikasinya, berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Akibatnya, warga tidak lagi mampu membeli sesuai dengan kebutuhan pokoknya.

Oleh karena itu, menurutnya, dalam melihat masalah ini PP Muhammadiyah meminta pemerintah untuk secepatnya mengatasi persoalan ini. Tentu sambil berharap, agar dunia usaha dan kehidupan ekonomi masyarakat kembali menggeliat. “Jangan sampai, ada yang dirugikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Buya Anwar mengingatkan, kalau ada pihak-pihak yang melakukan praktek tidak terpuji, dengan melakukan penimbunan dan atau melakukan spekulasi dalam masalah perkedelaian ini, maka Muhammadiyah meminta pemerintah untuk menindak mereka dengan tegas.

“Menggiring mereka ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang sesuai dengan besar dan dampak buruk dari kesalahannya,” ujarnya.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

BAZNAS KALTIM DISTRIBUSIKAN BANTUAN KE SULBAR

  MAMUJU, MENARA62.COM-Gempa yang menimpa wilayah Majene, Mamuju dan sekitarnya menggugah kesadaran banyak pihak untuk menyalurkan bantuan baik dilakukan sendiri maupun melalui lembaga-lembaga resmi. BAZNAS provinsi...

Berikan Trauma Healing, MDMC Kalsel Terjunkan Beberapa Relawan

KALIMANTAN SELATAN, MENARA62.COM - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Selatan Menerjunkan Relawan Psikososial ke beberapa Titik Pengungsian yang ada di Kalimantan...

MDI Indramayu: Pernyataan Nadiem Terkait Seragam Sekolah Bersimbol Agama Justeru Bikin Gaduh

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyyah (MDI) Kabupaten Indramayu menanggapi video yang beredar di media sosial dimana Menteri Pendidikan melarang sekolah menggunakan...

Jadi Ketua Umum MES, Anis Sampaikan Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS, Anis Byarwati, menyambut baik terpilihnya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir menjadi Ketua...

Reaksi Anafilaktik Akibat Imuniasi Jarang Ditemukan

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed mengatakan bahwa reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat...