SLEMAN, MENARA62.COM – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar soft launching Rumah Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (25/10/2026). Fasilitas berbasis wakaf ini disiapkan sebagai ruang bersama untuk memperkuat pembinaan, pengembangan kapasitas, dan jejaring kader Muhammadiyah secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut digelar di Rumah Kader, Jalan Kaliurang, Gang Bima Nomor 45, Kilometer 8, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Ketua MPK SDI PP Muhammadiyah Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., serta perwakilan MPK SDI dari berbagai wilayah di Jawa dan Bali.
Rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan dan penandatanganan prasasti sebagai penanda diperkenalkannya Rumah Kader sebagai fasilitas pendukung gerakan kaderisasi Muhammadiyah.
Kehadiran Rumah Kader diharapkan tidak sekadar menyediakan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, dan kolaborasi kader dari berbagai tingkatan serta wilayah.
Kaderisasi Muhammadiyah Harus Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Agung Danarto menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan proses kaderisasi di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan formal maupun perkaderan berjenjang, tetapi harus terus berlangsung melalui berbagai ruang pembinaan dan interaksi antarkader.
Rumah Kader diharapkan menjadi ruang diaspora bagi kader Muhammadiyah. Melalui ruang tersebut, kader dari beragam latar belakang dapat bertemu, berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi untuk memperkuat gerakan Persyarikatan.
Dengan adanya ruang perjumpaan tersebut, proses kaderisasi diharapkan berkembang lebih dinamis. Interaksi antarkader dapat memperluas wawasan, memperkuat jejaring organisasi, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru bagi pengembangan Muhammadiyah.
Keberadaan Rumah Kader juga menjadi salah satu upaya untuk membangun ekosistem kaderisasi yang tidak hanya bertumpu pada agenda pelatihan formal, tetapi turut mengandalkan proses belajar bersama dan penguatan hubungan antarkader.
Terbuka untuk Ortom dan Pimpinan Muhammadiyah
Sementara itu, Bachtiar Dwi Kurniawan menyampaikan bahwa Rumah Kader terbuka untuk dimanfaatkan oleh seluruh unsur Muhammadiyah. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan internal MPK SDI PP Muhammadiyah, tetapi juga dapat digunakan organisasi otonom (ortom) serta pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan.
Keterbukaan tersebut menjadi bagian dari semangat kolektif dalam memperkuat kaderisasi di lingkungan Persyarikatan. Rumah Kader diharapkan dapat menjadi fasilitas bersama untuk mendukung beragam kegiatan, mulai dari diskusi, konsolidasi organisasi, pelatihan, hingga aktivitas pengembangan kapasitas kader.
Dengan pemanfaatan secara bersama, berbagai unsur Muhammadiyah diharapkan memiliki ruang yang memadai untuk merancang dan melaksanakan program pembinaan sesuai kebutuhan masing-masing.
Dari sisi fasilitas, Rumah Kader telah dilengkapi ruang diskusi, tempat menginap, dan kamar mandi. Kelengkapan tersebut menunjang penyelenggaraan kegiatan yang membutuhkan ruang pertemuan sekaligus akomodasi bagi kader dari berbagai daerah.
Fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan agenda kaderisasi yang melibatkan peserta lintas wilayah, sehingga interaksi dan kolaborasi antarkader dapat berlangsung lebih intensif.
Optimalisasi Wakaf untuk Pengembangan Kader
Rumah Kader merupakan rumah wakaf yang kemudian difungsikan MPK SDI PP Muhammadiyah untuk mendukung pengembangan sumber daya insani Persyarikatan. Pemanfaatan aset wakaf tersebut menjadi langkah untuk menghadirkan fasilitas yang memberikan manfaat bagi proses pembinaan kader secara luas.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Rumah Kader diharapkan tumbuh menjadi ruang bersama yang menghubungkan kader, mempertemukan gagasan, dan memperkuat jejaring organisasi di berbagai tingkatan Muhammadiyah.
Melalui pengelolaan MPK SDI PP Muhammadiyah, fasilitas ini diharapkan berkontribusi dalam membangun tradisi kaderisasi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Soft launching tersebut menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan pemanfaatan Rumah Kader. Ke depan, keberhasilan fasilitas ini diharapkan tidak hanya diukur dari ketersediaan sarana, tetapi juga dari manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas kader dan keberlangsungan gerakan Muhammadiyah pada masa mendatang. (*)
