32.2 C
Jakarta

Musyawarah Wilayah, Mengesankan? Terima Kasih Muhammadiyah Cirebon

Baca Juga:

 

Oleh : Ace Somantri

BANDUNG, MENARA62.COM – Berakhir sudah permusyawaratan seremonial Muhammadiyah tingkat wilayah Jawa Barat. Kegiatan demi kegiatan berjalan dengan lancar penuh khidmat. Sejak hari Kamis tanggal 23 Pebruari 2023 peserta dari berbagai pimpinan daerah berdatangan, termasuk dari daerah Muhammadiyah kabupaten Bandung. Penuh semangat dan gembira, bersama anggota pleno PD Muhammadiyah kabupaten Bandung untuk pergi ke Cirebon. Kami dan beberapa utusan musypimwil sebelum pergi berkumpul sambil menikmati sedikit makanan untuk menjaga rasa lapar di perjalanan. Dua mobil berangkat, saya menjadi driver salah satu mobil yang ditumpangi sekretaris dan bendahara PDM Kabupaten Bandung. Obrolan ringan menghiasi perjalanan menuju Cirebon, sekalian mencoba tol Cisumundawu yang masih free, konon kabarnya hingga akhir bulan Februari tetap masih free.

Tiba di kota Cirebon, tepat jam waktunya shalat Dzuhur, dibarengi rasa lapar akhirnya mampir di empal gentong H.Apud untuk sekalian di lokasi tersebut melakukan shalat berjamah Jama’ Qoshor bersama anggota musypimwil dari PD Muhammadiyah Kabupaten Bandung. Makanan khas Cirebon disantap dengan lahap dan nikmat, bercucuran keringat tanda nikmat menyantap empal gentong dengan cita rasa maknyus. Akhirnya sampai di lokasi permusyawaratan Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat di kampus UM Cirebon Jl. Fatahillah. Ternyata belum banyak daerah yang datang, PD Muhammadiyah Kabupaten Bandung terbilang yang paling duluan yang registrasi. Setelah registrasi, lanjut ke ruang istirahat sesuai arahan panitia, namun karena saat itu kondisi air untuk bersih-bersih sedang kosong dan air minum pun sulit didapat, akhirmya diputuskan mencari tempat tinggal di luar area kampus dan salah satu rumah milik keluarga dosen Fisip UMCirebon dapat disewakan selama 3(tiga) hari dengan harga relatif murah. Siang hari menjelang sore mulai berdatangan dari daerah lain, dalam kesempatan itu banyak bertemu dengan para aktifis penggerak Muhammadiyah daerah yang saya kenal.

Pagi tanggal 24 Februari 2023 permusyawaratan dimulai, para peserta musyawarah pimpinan wilayah Muhammadiyah yang agendanya membuat para peserta musyawarah se-Jawa Barat hati dan persaan dag-dig-dug, baik itu anggota yang masuk bakal calon pimpinan atau peserta lainnya yang bukan calon. Pasalnya, musypimwil fokusnya pemilihan bakal calon 70 orang dipilih menjadi 39 orang. Termasuk 2 orang dari bakal calon yang berasal dari PD Muhammadiyah Kabupaten Bandung berharap masuk dalam urutan 39 dari 70 orang. Ternyata tidak sia-sia kerja lobi-lobi anggota musypimwil, 2 (dua) kader Muhammadiyah dari Kabupaten Bandung masuk 39 yang terpilih walaupun bukan urutan 10 tertinggi. Yang penting masuk 39 besar dari 70 orang bakal calon pimpinan.

Selanjutnnya untuk mengawal kader yang masuk 39, PDM Kabupaten Bandung pada malam hari melakukan konsolidasi pimpinan daerah untuk bahan diskusi dan koordinasi dengan PCM se-Kabupaten Bandung dalam rangka menyikapi pengawalan kader untuk masuk nominasi 13 pimpinan wilayah yang akan dipilih pada tanggal 26 Februari 2023. Kenapa PCM se-Kabupaten Bandung diajak diskusi dan musyawarah untuk mengkaji visibility kader Muhammadiyah kabupaten Bandung untuk didorong menjadi pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Barat periode 2022-2027.

Sepakat dan setuju semua utusan musywil untuk memberikan pilihan bulat kepada kader terbaik dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Bandung yaitu bapak Usep Sudarajat, MH dan Dr. Ace Somantri. Mereka berdua dianggap layak menjadi pimpinan di Muhammadiyah Jawa Barat. Penuh semangat dan percaya diri dari peserta utusan cabang-cabang Muhammadiyah se-kabupaten Bandung terlihat dengan berbagai ucapan kata-kata optimis dari bahwa kadernya akan banyak dipilih oleh peserta lain yang menjadi uitusan di luar kabupaten Bandung. Sementara di arena sekitar permusyawaratan terdengar berbagai informasi seputar lobi-lobi para pendukung kandidat pimpinan menjelang pemilihan, baik itu buku profile ditulis dengan apik, daftar paket nama calon, dan juga profile berseliweran dalam dunia maya pun menghiasi layar kaca smartphone atau handphone para peserta yang isinya permohonan dukungan dari masing-masing peserta yang mendorong kadernya. Luar biasa mengesankan dan menggembirakan walaupun hanya dalam waktu yang singkat banyak pelajaran dan hikmah yang dipetik.

Saat waktu pemilihan tepatnya jam 08.00 WIB hari Ahad tanggal 26 Februari 2023 peserta musyawarah Muhammadiyah se-Jawa Barat terlihat antusias masuk ke ruangan sidang untuk pemilihan pimpinan, raut muka yang santai dan penuh optimis pun menghiasi wajah-wajah peserta yang mulai memberikan hak pilihnnya, terlihat dalam grup whatsApp cabang-cabang dan daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung postingan foto kebersamaan terlihat kompak menjelang pemilihan e-voting. Selanjutnya setelah memilih semua hampir dipastikan pada keluar ruang sidang pemilihan, di ruang tempat para cabang menginap menyambut peserta dari cabang untuk menyampaikan ungkapan terima kasih. Terlihat percaya diri dan optimis, serta penuh bahagia kadernya akan masuk nominasi 13 formatur menjadi Pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat. Dan langsung mereka berkemas untuk bersiap-siap diri untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Begitu pun saya mempersiapkan diri untuk pulang, apalagi bukan peserta. Bersama sekretaris dan bendahara PD Muhammadiyah bersepakat untuk pulang lebih dulu karena jam 16.00 wib harus sudah ada di Bandung dan pamit pada rekan-rekan yang masih menunggu hasil pemilihan. Namun dalam perjalanan sebelum masuk tol kita mampir terlebih dahulu untuk makan siang. Tidak lama saat setelah makan selesai, ada beberapa telepon berbunyi dan memberi kabar bahwa kader dari kabupaten Bandung masuk terpilih di 13 formatur untuk menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Cukup kaget mendengarnya karena dipikir tidak akan masuk. Telepon berdering lagi memberi informasi bahwa formatur yang terpilih segera mendatangi panitia untuk berkumpul, akhirnya saya pun diminta segera balik lagi untuk membatalkan pulang terlebih dahulu. Percaya tidak percaya, hal itu terjadi karena di luar dugaan relatif berat untuk menjadi 13 formatur karena mereka orang-orang terbaik yang memiliki kekuatan berbagai sisi dan bidang, sementara saya hanya kader akar rumput yang relatif tidak terlalu jauh banyak mengetahui pergerakan di pusaran pada level persyarikatan yang lebih tinggi. Karena sehari-hari berjibaku di amal usaha, daerah, cabang dan ranting Muhammadiyah.

Terima kasih dan salam ta’dzim kepada para sesepuh Muhammadiyah, para senior, sahabat PDM seperjuangan, angkatan Muda Muhammadiyah, serta para penggerak cabang dan ranting Muhammadiyah se- Jawa Barat yang memberi apresiasi dan suport. Terkhusus kepada panitia wilayah dan daerah Muhammadiyah Cirebon pada Musyawarah wilayah ke-21 yang telah beramal sholeh penuh dedikasi tinggi, yakin sekali sukses acara ini berkat dorongan semua pihak yang terlibat. Insya Allah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat lebih baik, lebih maju dan berkemajuan. Mohon dengan sangat, kepada seluruh aktifis penggerak persyarikatan di berbagai level pimpinan do’a terbaik agar kami tetap istiqomah dalam kebaikan untuk berkhidmat di persyarikatan. Kritik dan saran dari semua pihak insya Allah akan menjadi nutrisi nan bergizi. Tidak ada yang lebih baik, apalagi paling sempurna. Kekurangan dan kelemahan yang dimiliki semoga dapat ditutupi dengan kebaikan yang bermanfaat bagi persyarikatan dan umat. Wallahu’alam.

Bandung, Pebruari 202

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!