28.2 C
Jakarta

Nasyiatul Aisyiyah Ajak Wujudkan Keluarga Indonesia Tangguh dan Bebas Stunting

Baca Juga:

BANJARMASIN, MENARA62COM — Nasyiatul Aisyiyah (NA), mengajak keluarga Indonesia jadi keluarga tangguh dan bebas stunting. Keinginan ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Diyah Puspitarini di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (2/11/2017).

Saat ini, PPNA sedang bersikeras untuk menegakkan keadilan di Indonesia, khususnya pada perempuan dan anak. Diyah menyampaikan, saat ini perempuan dan anak di Indonesia sedang dirundung darurat ketidakadilan, diantaranya ketidakadilan hukum, ketidakadilan ekonomi, dan ketidakadilan lainnya.

“Salah satu bentuk ketidakadilan itu, banyak terjadi pada kehidupan rumah tangga. Seringkali perempuan menjadi korban kekerasan sehingga kebutuhan keadilan belum tercapai,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Media Gathering Tanwir I NA di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

 

Lebih lanjut Diyah mengatakan, ketidakadilan yang terjadi pada ranah rumah tangga itu dapat menyebabkan stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama.

“Jika terjadi permasalahan dalam rumah tangga, yang kemudian menjadi bibit ketidakadilan bagi perempuan, ini bisa menyebabkan terjadinya stunting pada anak, hal ini harus dihindari,” tambahnya.

Diyah mengatakan, berangkat dari latar belakang daruratnya ketidakadilan perempuan dalam rumah tangga, mendorong PPNA untuk meluncurkan suatu program bernama Keluarga Muda Tangguh (KMT). KMT mengajak keluarga agar berusaha menciptakan keluarga muda yang tangguh, sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan sejahtera.

“Kami sangat peduli pada permasalahan perempuan dan anak, NA akan selalu berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai solusi untuk kebutuhan umat,” jelasnya.

Diyah menyampaikan, program KMT yang memiliki 10 pilar ini merupakan suatu wujud bukti NA dalam membangun bangsa. Diyah menghimbau pada seluruh keluarga untuk mewaspadai bahaya stunting, karena mencegah dan memerangi stunting adalah wujud dari menciptakan keluarga yang sejahtera.

“Peduli stunting itu penting. Kita harus peduli untuk mengupayakan agar keluarga kita menjadi keluarga yang tangguh dan bebas dari stunting,” ujarnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!