32.5 C
Jakarta

Panglima: TNI Butuh Muhammadiyah

Must read

Zona Kuning Covid-19, PSBB di Indramayu Diperpanjang Hingga 12 Juni

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Pemberlakuan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) batal dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, level kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten...

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

JAKARTA, MENARA62.COM — Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan, TNI membutuhkan Muhammadiyah untuk menjaga bangsa Indonesia. Begitu juga semua elemen bangsa lain, termasuk NU, selemen umat Islam, dan semua umat beragama di Indonesia.

 

Hal ini disampaikan Panglima TNI saat acara diskusi akhir tahun yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Alumni IMM di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/12). “Bukan Muhammadiyah yang butuh TNI, tapi TNI yang butuh Muhammadiyah. Sejarah telah membuktikan yang memerdekakan bangsa ini bukan hanya TNI, tapi rakyat bersama-sama semua elemen termasuk Muhammadiyah, NU, umat Islam dan semua umat beragama lain,” kata Gatot.

 

Bukti nyata Proklamasi 17 Agustus setelah sekian lama, 5 Oktober baru TNI hadir. Menurutnya, bisa dikatakan, TNI itu hadir setelah beberapa bulan kemerdekaan, karena sebelum kemerdekaan rakyatlah yang berjuang bersama untuk mencapai kemerdekaan.

 

Karena itu, Gatot ingin Muhammadiyah yang telah lama berjuang mewujudkan bangsa ini bersama semua elemen bangsa lain, ikut menjaga keutuhan bangsa ini dari berbagai ancaman dan kerusakan. “Muhammadiyah tidak boleh hilang dan kalah dengan kelompok-kelompok lain yang ingin merusak dan menghancurkan bangsa ini,” ujarnya.

(www.republika.co.id)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Zona Kuning Covid-19, PSBB di Indramayu Diperpanjang Hingga 12 Juni

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Pemberlakuan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) batal dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, level kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten...

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...