32.6 C
Jakarta

Perlu Kolaborasi dengan Pemprov Sulsel Bantu Aksesibilitas Stasiun KA Andalan Celebes

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan masih terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menyediakan aksesibilitas transportasi feeder dari dan menuju stasiun pada Kereta api (KA) Andalan Celebes yang dioperasikan untuk konektivitas rute Makassar-Parepare, sehingga memudahkan dan menarik minat lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api perdana di Sulawesi ini.

Sejak dioperasikan pertama kali pada November 2022 dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 29 Maret 2023, KA Andalan Celebes menjadi sarana awal untuk program KA TransSulawesi.

“Masyarakat Sulawesi dikenalkan pada moda kereta api yang pertama kali ada ini. Kereta ini merupakan kereta perintis. Ada tiga tingkatan di transportasi kereta itu: perintis, PSO (public service obligation), dan komersial,” ujar Risal Wasal, Direktur Jenderal Perkeretaapian di Makassar, Kamis (13/6/2024).

Data dari Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan menyebutkan, KA Andalan Celebes mengenakan tarif Rp5.000 dan Rp10.000. Tarif  Rp5.000 dikenakan dari Stasiun Mandai ke stasiun-stasiun yang dilewatinya sampai Stasiun Labakkang. Untuk ke stasiun selanjutnya, tarif berubah jadi Rp10.000 dari Stasiun Mandai.

Saat ini, lintasan rel KA Andalan Celebes dioperasikan mulai dari Stasiun Mandai sampai dengan Stasiun Barru. Tingkat keterisian penumpang masih belum mencapai jumlah yang diharapkan berada dikisaran 75-80 persen dan operasional baru dua kali; pagi dan sore pergi-pulang, Mandai-Garongkong dan sebaliknya atau empat perjalanan.

Berhenti di 10 stasiun pemberhentian mulai dari stasiun Mandai hingga stasiun Garongkong, KA ini melintasi 18 lokasi wisata unggulan yang saat ini menjadi tujuan favorit masyarakat.

“Stasiun disepanjang jalur lintasan KA ini semunya memang tidak jauh dari lokasi-lokasi wisata yang indah dan menjadi tujuan masyarakat untuk menggunakan transportasi KA,” ungkap Risal.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal disela-sela kegiatan Press Tour Forwahub di Makassar, Kamis (13/6/2024)/foto: istw

Diakuinya kalau masyarakat masih belum merasa nyaman naik KA Andalan Celebes karena akses dari stasiun masih belum memadai. Maka, kata dia, diperlukan kerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun transportasi feeder.

Pada kesempatan terpisah, Manager Stasiun Rammang-Rammang, Achmad Nur Aviv Setiawan mengatakan, di stasiun Rammang-Rammang ini dekat dengan lokasi wisata yang terkenal dan sering dikunjungi turis mancanegara untuk menikmati serta mengabadikan keindahan pegunungan karst terbesar di dunia dan banyak gua-gua yang menjadi situs prasejarah.

“Rammang-Rammang memiliki objek wisata yang menarik. Selain itu, di sisi lain stasiun, ada pemandangan bukit yang indah. Sebenarnya, pemandangan indah bisa dinikmati sepanjang perjalanan KA Andalan Celebes,”

Achmad menambahkan, stasiun Rammang-Rammang juga masih terus dilengkapi fasilitasnya. Di atas, lantai dua stasiun akan diisi pelaku UMKM agar masyarakat atau penumpang kereta bisa duduk-duduk sambil kulineran dan menikmati pemandangan bukit yang indah.

“Sekarang ini, lantai dua itu masih kosong, kita sedang menpersiapkan tempat dan fasilitas yang diperlukan,” tutur Achmad.(*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!