28.8 C
Jakarta

Prodi BK UAD Berikan Pelatihan Psikososial Bagi Guru

Baca Juga:

Makan Berjarak Ala Warteg KHARISMA BAHARI

Oleh: Noor Fajar Asa *) JAKARTA, MENARA62.COM- Warung Tegal Biasa juga disingkat Warteg, jenis usaha yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau , walaupun...

Kemendikbud-Ristek Terima 75 ribu Tanda-tangan Petisi untuk Kawal Dana BOS

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah 10 bulan menggalang dukungan lewat petisi daring untuk mengawal penggunaan dana bantuan operasional selama pandemi, Save The Children Indonesia akhirnya...

Tahun 2021, Momentum GMF Pertahankan Likuiditas dan Pembenahan Kinerja Keuangan 

JAKARTA, MENARA62.COM – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) telah memetakan fokus penguatan di...

Aleg Anis Byarwati Ajak BI Jaga Iklim Perkembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA, MENARA62.COM - Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengan Gubernur Bank Indonesia pada Senin (26/07/2021). Rapat ini membahas topik Perkembangan Ekonomi Terkini dan...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Program Studi Bimbingan Konseling (Prodi BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan pelatihan bagi Guru BK SMP Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Ada 10 sekolah yang mengikutikan Guru BK pada pelatihan secara virtual, Senin (19/7/2021).

Menurut Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UAD, Irvan Budhi Handaka MPd, pelatihan ini dimaksudkan agar ampak psikologis pada peserta didik pasca bencana dapat segera teratasi dan mendapatkan penanganan secara optimal. Sebab bencana di Yogyakarta berdampak langsung pada sekolah tidak hanya kerusakan sarana dan prasarana, akan tetapi juga dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan gangguan psikologis pada warga sekolah.

“Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa dampak bencana dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis,” kata Irvan Budhi Handaka.

Dijelaskan Handaka, dampak psikologis pada korban bencana tidak dapat diprediksi waktu, durasi serta intensitasnya. Gejala gangguan psikososial yang muncul pada setiap orang pasca bencana berbeda-beda, sehingga tidak dapat disamakan antara satu individu dan individu lainnya.

Lebih lanjut Handaka memberikan beberapa contoh dampak psikologis pada anak pasca bencana. Di antaranya, gangguan kecemasan, mudah panik, stres bahkan dapat menyebabkan depresi. Gejala-gejala tersebut apabila diabaikan tentunya akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan anak baik fisik maupun mentalnya.

“Besarnya dampak psikologis pasca bencana pada anak mendorong peran orang dewasa, dalam hal ini guru Bimbingan dan Konseling untuk turun tangan melakukan assessment hingga pemulihan,” tandas Handaka.

Dukungan psikososial, kata Handaka, secara umum berguna untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu dan masyarakat. Kesiapan psikososial dapat berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana maupun situasi krisis lainnya

“Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru Bimbingan dan Konseling SMP Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta dalam Layanan Dukungan Psikososial (LDP),” katanya.

Pelatihan ini dimoderatori Ficky Adi Kurniawan, MMB dan menampilkan pembicara Irvan Budhi Handaka dan Zela Septikasari, MSc, MPd. Handaka menyampaikan pentingnya pelatihan psikososial, dasar hukum, dan dampak psikososial. Handaka juga mengingatkan dampak psikososial yang dialami warga sekolah pada masa pandemi Covid 19.

Sementara Zela Septikasari mengungkapkan tentang Layanan Dukungan Psikososial, Piramida Psikososial, Tahapan Layanan Dukungan Psikososial, dan Assessment Psikososial. Zela Septikasari menyampaikan studi kasus psikososial yang pernah terjadi di Sulawesi Tengah pasca bencana 2018.

Selain itu, Zela Septikasari menyarankan agar peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait Layanan Dukungan Psikososial Spesifik Covid 19 di sekolah. Peserta juga mendapat penugasan agar pengetahuan yang didapatkan lebih komprehensif dan aplikatif.

Peserta pelatihan tampak sangat antusias mengikuti pelatihan psikososial. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti pelatihan. Banyak guru tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut terkait implementasi Layanan Dukungan Psikososial di Sekolah.

Pelatihan diakhiri dengan post test yang digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang Layanan Dukungan Psikososial dan dapat mengimplementasikan di sekolahnya masing-masing.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Makan Berjarak Ala Warteg KHARISMA BAHARI

Oleh: Noor Fajar Asa *) JAKARTA, MENARA62.COM- Warung Tegal Biasa juga disingkat Warteg, jenis usaha yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau , walaupun...

Kemendikbud-Ristek Terima 75 ribu Tanda-tangan Petisi untuk Kawal Dana BOS

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah 10 bulan menggalang dukungan lewat petisi daring untuk mengawal penggunaan dana bantuan operasional selama pandemi, Save The Children Indonesia akhirnya...

Tahun 2021, Momentum GMF Pertahankan Likuiditas dan Pembenahan Kinerja Keuangan 

JAKARTA, MENARA62.COM – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) telah memetakan fokus penguatan di...

Aleg Anis Byarwati Ajak BI Jaga Iklim Perkembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA, MENARA62.COM - Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengan Gubernur Bank Indonesia pada Senin (26/07/2021). Rapat ini membahas topik Perkembangan Ekonomi Terkini dan...

Tim Pelajar Indonesia Boyong 6 Medali pada Ajang IMO 2021

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil merebut enam medali pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2021. Prestasi keenam pelajar ini merupakan prestasi...