25.6 C
Jakarta

Program Kemitraan Masyarakat, Model Pemberdayaan Disabilitas

Must read

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

BANTUL, MENARA62.COM — Dr Arni Surwanti, Dosen Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus berkreasi menciptakan model pemberdayaan disabilitas melalui Program Kemitraan Masyarakat. Kali ini Arni Surwanti menerapkan program tersebut untuk memberdayakan disabilitas Desa Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dijelaskan Arni Surwanti, ada dua program yang ditawarkan pada Program Kemitraan Masyarakat. Pertama, meningkatan kapasitas dan pendampingan kader kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat. Kedua, penguatan penyandang disabilitas dan keluarganya.

“Permasalahan penyandang disabilitas di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul sama dengan yang terjadi pada di desa lain di wilayah DIY yaitu kurang sejahtera. Hal ini disebabkan mereka menghadapi masalah psikhologis, di antaranya, tidak berani keluar rumah karena malu, tidak percaya diri, dan ketakutan,” kata Arni Surwanti di Bantul, Jumat (28/8/2020).

Hambatan psikologis lainnya, kata Arni Surwanti, mereka berasal dari keluarga yang tingkat sosial ekonomi dan kesehatannya rendah, dan tingkat pendidikan umumnya rendah. Akibatnya, produktivitas sumberdaya manusia penyandang disabilitas relatif rendah karena belum banyak mendapatkan kesempatan pelatihan kerja.

Selain psikologis, juga ada hambatan sosial (sosial and cultural barriers), yaitu diskriminasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Permasalahan lain, kemampuan untuk mendirikan usaha mandiri rendah, karena ketiadaan ketrampilan, kesulitan untuk mendapatkan akses permodalan; kemampuan melakukan pemasaran usaha masih rendah.

Menurut Arni Surwanti, dirinya tidak setuju pemecahan masalah disabilitas berbasis lembaga atau panti. Sebab penanganan ini membuat penyandang disabilitas terpisah dari keluarga dan masyarakat terdekatnya. “Juga keterbatasan anggaran pemerintah untuk penyelenggaraan layanan melalui panti ini jauh dari harapan,” tandas Arni.

Karena itu, Arni Surwanti menciptakan model Program Kemitraan Masyarakat bagi disabilitas di Desa Panggungharjo. Program pertama yaitu peningkatan kapasitas dan pendampingan kader kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

Selain itu, Pemerintah dan Masyarakat Desa Panggungharjo melalui Kader Kelompok Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) perlu memberikan kegiatan-kegiatan penyadaran (awairness raising). Juga memahami berbagai isue permasalahan penyandang disabilitas, kebijakan-kebijakan pemerintah, serta program-program pemerintah tingkat nasional, provinsi dan kabupaten terkait dengan program yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

“Program PKM ini juga mendampingi Kelompok RBM akan menjalankan fungsinya untuk melakukan pemutakhiran data, referal dan advokasi. Sehingga seluruh penyandang disabilitas akan terdata,”.kata Arni.

Kemudian program kedua PKM yaitu penguatan penyandang disabilitas dan keluarganya juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas dapat dilakukan dengan memberdayakan secara ekonomi pada penyandang disabilitas dan keluarganya.

Penguatan dengan pemberian pemberdayaan pada penyandang disabilitas baik pemberdayaan ekonomi dan non ekonomi sehingga mereka dapat hidup mandiri. “Pada program ini penyandang disabilitas diberikan pelatihan ketrampilan Shibori. Ketrampilan ini diharapkan bisa memberikan ide kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini diikuti penyandang disabilitas dan kader rehabilitasi berbasis masyarakat di Desa Panggunghajo,” katanya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...

ASN Sleman dan Karyawan Bank BPD DIY Gowes Bareng

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sejumlah ASN Pemkab Sleman bersama dengan karyawan serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman melakukan gowes bareng, Jumat (23/10/2020). Kegiatan yang...

LSP UMY Jalani Witness BNSP

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalani proses witness sebagai rangkaian akhir untuk mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi...