SD Muhammadiyah 24 Gajahan Tanamkan Karakter KUTIL Saat Upacara Sumpah Pemuda

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta menanamkan semangat nasionalisme dan karakter positif kepada siswa melalui upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Dalam amanatnya, pembina upacara Nira Sahara, wali kelas 1B, mengajak siswa memahami perjuangan pemuda sekaligus meneladani nilai-nilai yang harus dimiliki generasi penerus bangsa.

 

Suasana upacara berlangsung edukatif dan interaktif. Nira tidak hanya mengajak siswa mengenal sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga memperkenalkan karakter KUTIL, akronim dari kuat, tangguh, iman, dan lembah manah atau rendah hati, santun, serta penuh kasih sayang.

 

Untuk meningkatkan perhatian siswa, Nira juga mengadakan kuis berhadiah pada akhir amanat. Siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diberi kesempatan menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan.

 

“Siapa tahu kita memperingati apa hari ini?” tanya Nira kepada para siswa.

 

Serentak, siswa menjawab bahwa mereka sedang memperingati Hari Sumpah Pemuda. Nira kemudian mengingatkan bahwa peringatan setiap 28 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan generasi muda dalam mempersatukan bangsa.

 

Mengenalkan Perjuangan Pemuda Lewat Lagu

 

Dalam amanatnya, Nira menjelaskan bahwa anak-anak Indonesia saat ini dapat belajar dan mengikuti upacara dengan bebas karena bangsa Indonesia telah merdeka. Kondisi tersebut berbeda dengan masa penjajahan ketika rakyat harus berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

 

Ia mengajak siswa mengingat tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945, sekaligus mengenal lagu perjuangan “Bangun Pemudi Pemuda” ciptaan Alfred Simanjuntak.

 

Lagu tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sarana untuk membangkitkan semangat generasi muda. Nira menekankan bahwa siswa tidak cukup hanya menghafal atau menyanyikan lagu perjuangan, tetapi juga perlu memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

 

Menurut dia, jika pemuda pada masa lalu berjuang merebut kemerdekaan, generasi muda masa kini memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengisi pembangunan melalui tindakan positif.

 

Pesan itu disampaikan agar siswa memahami bahwa perjuangan tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Semangat belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya generasi muda berkontribusi bagi bangsa.

 

Karakter KUTIL Jadi Bekal Generasi Muda

 

Salah satu pesan utama dalam amanat tersebut adalah pentingnya membangun karakter KUTIL. Nira menjelaskan empat nilai yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

 

Pertama, kuat, yakni memiliki semangat dan kemauan untuk berusaha. Siswa didorong agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, termasuk saat belajar dan menyelesaikan tugas sekolah.

 

Kedua, tangguh, yaitu memiliki daya juang dan pantang menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurut Nira, ketangguhan diperlukan agar anak-anak terus berusaha dan berani memperbaiki diri ketika mengalami kegagalan.

 

Ketiga, iman, sebagai landasan spiritual dan moral dalam bertindak. Kekuatan dan ketangguhan, kata dia, perlu disertai keimanan agar tidak membuat seseorang menjadi sombong, melainkan mendorongnya untuk berbuat baik dan bertanggung jawab.

 

Keempat, lembah manah, ungkapan Jawa yang menggambarkan sikap rendah hati, santun, dan penuh kasih sayang. Nilai ini mengingatkan siswa bahwa menjadi pribadi kuat bukan berarti bersikap keras kepada orang lain. Sebaliknya, kekuatan perlu berjalan seiring dengan empati dan penghormatan terhadap sesama.

 

Melalui empat karakter tersebut, Nira mengajak siswa menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas dan tangguh, tetapi juga beriman serta memiliki akhlak yang baik.

 

Pesan ini relevan diterapkan di lingkungan sekolah, mulai dari bersungguh-sungguh saat belajar, menghormati guru, menyayangi teman, hingga membiasakan sikap santun dalam pergaulan.

 

Kuis Berhadiah, Siswa Antusias Menjawab

 

Untuk memastikan siswa menyimak amanat dengan baik, Nira menggelar kuis sederhana yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang kelas.

 

Pertanyaan pertama berkaitan dengan pencipta lagu “Bangun Pemudi Pemuda”. Salah seorang siswa, Husna, berhasil menjawab nama Alfred Simanjuntak dengan tepat.

 

Pertanyaan berikutnya menguji pemahaman siswa mengenai kepanjangan karakter KUTIL. Siswa bernama Rafid turut menjawab pertanyaan tersebut dan memperoleh apresiasi.

 

Nira memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab dengan benar. Metode ini membuat penyampaian pesan kebangsaan terasa lebih menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk aktif menyimak.

 

Di akhir amanat, Nira mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas upacara dan mengajak mereka terus meningkatkan semangat serta memberikan penampilan terbaik pada kegiatan berikutnya.

 

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta tidak hanya mengajak siswa mengenang sejarah bangsa, tetapi juga menanamkan nilai nasionalisme dan pembentukan karakter sejak dini.

 

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tumbuh dalam keseharian siswa melalui kebiasaan belajar dengan tekun, pantang menyerah, berpegang pada nilai keimanan, serta memperlakukan orang lain dengan santun dan penuh kasih sayang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!