33.1 C
Jakarta

UMS Buka Business War Room, Siapkan Mahasiswa Tembus PKP2

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa dengan membuka ruang intensif Business War Room 2026. Program ini menjadi bagian dari pendampingan mahasiswa Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) agar lebih siap menghadapi tahapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2).

 

Kegiatan bertajuk “P2MW Business War Room 2026: Road to PKP 2” digelar selama dua hari, Jumat–Sabtu (21–22 Agustus 2026), oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS.

 

Program tersebut dirancang tidak sekadar membantu mahasiswa mengembangkan produk, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan membaca kondisi bisnis, menyusun strategi akselerasi, mengevaluasi kinerja tim, hingga menyiapkan laporan kemajuan usaha.

 

Kasubdit Softskill dan Layanan Kemahasiswaan DKPTI UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., mengatakan pendampingan intensif menjadi bagian dari strategi UMS mempersiapkan tim P2MW menuju PKP2.

 

“Rangkaian Business War Room 2026 juga menjadi bagian dari persiapan mahasiswa P2MW UMS menuju PKP2,” ungkap Azizah, Jumat (28/8/2026).

 

Menurutnya, mahasiswa didorong tidak hanya berorientasi pada produk dan pendanaan, tetapi mampu mengambil keputusan bisnis secara terukur serta adaptif terhadap dinamika pasar.

 

Mahasiswa Dilatih Berpikir seperti C-Level

 

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam Business War Room adalah C-Level Strategy Clinic. Mahasiswa diperkenalkan pada pola pengelolaan bisnis berdasarkan fungsi eksekutif perusahaan, mulai dari Chief Executive Officer (CEO), Chief Operating Officer (COO), Chief Marketing Officer (CMO), Chief Financial Officer (CFO), hingga Chief Technology Officer (CTO).

 

“Selain penguatan strategi, kegiatan ini memberikan ruang evaluasi secara menyeluruh terhadap perkembangan usaha masing-masing tim. Peserta diarahkan untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, serta aspek yang masih perlu diperbaiki,” jelas Azizah.

 

Melalui pendekatan tersebut, setiap tim diarahkan menyusun rencana akselerasi bisnis yang realistis, terarah, dan berkelanjutan.

 

UMS juga ingin memastikan program kewirausahaan mahasiswa tidak berhenti ketika peserta memperoleh pendanaan. Mahasiswa didorong mampu mempertanggungjawabkan perkembangan usahanya melalui strategi bisnis yang jelas, pengelolaan tim yang efektif, serta dokumentasi perkembangan secara sistematis.

 

Dari Business Health Check hingga Laporan Kemajuan

 

Pada hari pertama, Jumat (21/8), peserta mengikuti Pendampingan dan Penguatan Strategi Bisnis Tim P2MW melalui C-Level Strategy Clinic.

 

Kegiatan diawali dengan pengarahan, kemudian dilanjutkan sesi Business Health Check serta penyusunan Business Acceleration Plan & Team Assessment.

 

Pendampingan diberikan oleh Endang Setyaningsih, M.Si., Ph.D., dan Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs. Peserta diajak memetakan kondisi aktual bisnis sekaligus menentukan strategi pengembangan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing tim.

 

Penguatan strategi kemudian dilanjutkan melalui coaching berbasis C-Level bersama Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M.

 

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diarahkan memahami pembagian tanggung jawab serta pola pengambilan keputusan berdasarkan fungsi CEO, COO, CMO, CFO, dan CTO. Dengan demikian, pengelolaan bisnis diharapkan menjadi lebih terstruktur.

 

Rangkaian pendampingan berlanjut pada Sabtu (22/8) melalui Progress Report Bootcamp P2MW.

 

Peserta mengikuti Progress Report Review secara hybrid bersama Coach Jacob Win, ACC., S.T., S.Kom., M.Kom. Sesi ini difokuskan pada evaluasi perkembangan usaha sekaligus persiapan laporan kemajuan program.

 

Pada sesi berikutnya, mahasiswa mengikuti One-on-One Review & Revision Clinic secara luring bersama Siti Azizah Susilawati dan Endang Setyaningsih.

 

Sesi tersebut digunakan untuk mengevaluasi serta menyempurnakan laporan, melakukan revisi substansi, dan memastikan dokumen siap sebelum proses pengunggahan.

 

UMS Dorong Wirausaha Mahasiswa Naik Kelas

 

Business War Room 2026 menunjukkan upaya UMS membangun pola pendampingan kewirausahaan yang lebih komprehensif. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi penerima program, tetapi dipersiapkan sebagai pelaku usaha yang mampu memahami kesehatan bisnis, mengelola tim, mengambil keputusan, dan menyusun strategi pertumbuhan.

 

Pendampingan juga menjadi ruang untuk menguji kesiapan setiap tim sebelum memasuki tahapan PKP2. Evaluasi dilakukan terhadap aspek bisnis sekaligus kemampuan mahasiswa mendokumentasikan perkembangan usahanya.

 

Melalui program tersebut, UMS menargetkan lahirnya mahasiswa wirausaha yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

 

Pada akhirnya, Business War Room 2026 menjadi salah satu langkah UMS untuk membawa kewirausahaan mahasiswa dari sekadar gagasan dan pendanaan menuju bisnis yang lebih terukur, profesional, dan siap berkembang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!