26.7 C
Jakarta

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Isi Liburan Dengan Pelatihan Membaca Al Quran

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Sejumlah 40 guru SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo mengikuti pelatihan membaca Al quran dengan metode Tajdied di sekolah setempat, Jumat – Ahad (22-24/6/2018).

Metode Tajdied ini merupakan metode belajar membaca Al quran yang sudah disusun ke dalam sebuah buku, disusun oleh Ustaz Misbahul Munir dan Ustaz Achmad Jufri. Metode tersebut kemudian dikembangkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur untuk digunakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Pada pelatihan kali ini didatangkan instruktur dari Surabaya, yaitu penulis buku Metode Tajdied Ustaz Misbahul Munir serta Ustaz Syaroni.

Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para guru serta mempraktikkan secara langsung penggunaan metode ini dalam mengenal huruf-huruf Al Quran. Nantinya, para guru akan menerapkan metode ini di sekolah terutama untuk kelas bawah sebagai upaya mempercepat membaca dan mempelajari Al Quran.

Ciri khas metode Tajdied adalah menggabungkan dua metode, yaitu Struktural Analitik Sintetik (SAS) Murni dan Mnemonic. Metode SAS Murni mengedepankan penyusunan yang menggiring para siswa untuk berpikir analitis dan sistematis. Sedangkan metode Mnemonic untuk mengenalkan huruf-huruf Al Quran menggunakan kata kunci yang mudah diingat dan dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.

Kata kunci yang mudah diingat tersebut disajikan dalam bentuk audio, visual, atau kinestetik, berupa tubuh sehingga para siswa bisa memilih sesuai kecenderungan gaya belajarnya. Integrasi kedua metode ini menggiring para siswa untuk melakukan analisis terhadap materi ajar tanpa harus selalu dituntun oleh gurunya.

Salah satu instruktur pelatihan, Ustaz Misbahul Munir menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta yang selama tiga hari penuh mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Saya harap setelah selesai pelatihan ini bisa segera dilakukan review dengan tutor sebaya, sehingga metode Tajdied bisa segera diaplikasikan di sekolah ini,” ungkapnya di sela-sela acara.

Sedangkan Wakasek bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Atit Nur Ariyanna memastikan bahwa metode Tajdied akan diterapkan untuk kelas 1 tahun ajaran mendatang. “Tim klaster guru agama akan menjadi tutor sebaya bagi guru lainnya sehingga akan lebih memantapkan peran mereka dalam membina siswa,” ujarnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!