31.8 C
Jakarta

Milad ke-41, Din Syamsudin Tantang RS PKU Muhammadiyah Sruweng Lakukan Lompatan Besar Menuju Visi 2030

Baca Juga:

KEBUMEN, MENARA62.COM – Merayakan hari jadinya yang ke-41, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng menggelar Tabligh Akbar pada Ahad (24/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005–2010 dan 2010–2015, Din Syamsudin, beserta jajaran pimpinan PDM & PDA Kebumen, PCM & PCA Sruweng, serta manajemen rumah sakit.

Dalam ceramahnya, Din Syamsudin menegaskan pentingnya memaknai usia 41 tahun sebagai fase The Second Beginning (permulaan kedua) atau al-bidayah ath-thaniyah. Mengambil analogi sirah nabawiyah saat Rasulullah SAW menerima wahyu di usia 40 tahun lebih sedikit untuk memulai perjuangan peradaban besar, ia meminta jajaran manajemen rumah sakit untuk menaikkan ritme kerja.

“Usia 41 ini adalah Life begins at 41. RS PKU Muhammadiyah Sruweng harus melakukan quantum leap (lompatan besar) dan terobosan-terobosan (breakthrough) yang akseleratif. Jangan puas dengan grafik pertumbuhan yang ada saat ini, tetapi harus siap melakukan sprint yang lebih kencang menuju target visi utama di tahun 2030,” ujar Din Syamsudin tegas.

Tantangan Membuka Kluster “Center of Wellbeing”

Salah satu poin krusial yang disorot oleh Din Syamsudin adalah perlunya reposisi paradigma pelayanan kesehatan. Ia mengkritik ketergantungan dunia kedokteran modern pada pendekatan kuratif (pengobatan di hilir) yang cenderung berfokus pada kerusakan organ dan intervensi obat kimia pasca-sakit.

Menurutnya, kedokteran Islami justru mengedepankan pendekatan hulu yang bersifat preventif (pencegahan). Hal ini mengacu pada Al-Qur’an dan hadis yang banyak memberikan isyarat mengenai tata cara menjaga nutrisi (what to eat), budaya makan yang benar (how to eat), hingga menjaga stabilitas zat biologis serta ritme hormon tubuh, seperti melatonin.

Terkait hal tersebut, ia menantang Direktur RSU PKU Sruweng, dr. Hasan Bayuni dan jajaran manajemen RS PKU MUhammadiyah Sruweng, untuk menjadi pelopor dengan membuka kluster pelayanan baru yang berorientasi pada pencegahan, atau dikenal secara global sebagai Center of Wellbeing (Pusat Kebugaran Lahir Batin).

“Di dunia luar, trennya sudah bergeser. Center of Wellbeing itu pasarnya adalah orang-orang sehat yang mau membayar agar tubuh mereka tetap prima dan tidak jatuh sakit. Saya menantang dr. Hasan untuk membuka kluster ini. Jika kluster wellbeing ini dibuka, saya sendiri dari Jakarta yang mendaftar pertama kali sebagai pasien sehatnya,” kelakarnya yang disambut tawa para hadirin.

Lebih lanjut, ia juga memuji visi pelayanan rumah sakit yang tertuang dalam Mars PKU Sruweng, yang mengusung semangat Khidmah Kaffah (pelayanan totalitas yang holistik). Ia mengingatkan bahwa gerakan kesehatan Muhammadiyah sejak era K.H. Ahmad Dahlan selalu berorientasi pada kemanusiaan universal tanpa memandang latar belakang agama maupun organisasi pasien.

Gayung Bersambut dengan Rencana Strategis Tahap Ketiga

Tantangan melakukan akselerasi dan lompatan besar ini sejalan dengan agenda internal manajemen. Saat ini, RS PKU Muhammadiyah Sruweng kata Direktur Utama dr Hasan Bayuni, memang sedang memasuki tahapan krusial, yaitu Rencana Strategis (Renstra) Tahap Ketiga periode 2026–2030, yang merupakan fase penutup dari roadmap 15 tahun yang dirancang sejak akhir 2015.

Sebelumnya, pihak manajemen telah sukses merampungkan Renstra Tahap I (2016–2020) yang berfokus pada standardisasi mutu, serta Renstra Tahap II (2021–2025) yang menitikberatkan pada modernisasi gedung berbasis IT dan digitalisasi.

“Untuk mewujudkan visi besar 2030 yang kami rancang sejak akhir 2015 tersebut, kami membaginya ke dalam rencana strategis berkala setiap 5 tahun. Saat ini, kami sedang berikhtiar menyelesaikan renstra tahap ketiga,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026 ini, fokus utama PKU Sruweng adalah membangun layanan unggul di semua unit dengan mengadopsi hospitalitas layaknya hotel yang menyediakan kenyamanan optimal bagi pasien.

Guna menjaga keberlanjutan eksistensi persyarikatan di wilayah Sruweng dan sekitarnya, Din Syamsudin pun mengajak seluruh warga dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) untuk terus bersinergi mendukung transformasi besar ini.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!