SALATIGA, MENARA62.COM — Belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Sebanyak 113 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Banyudono mendapat pengalaman berbeda melalui kegiatan Fun Games, Tour and Cooking Class di Singkong Keju Argotelo, Salatiga, Rabu, September 2026.
Didampingi sembilan guru, para siswa diajak mengenal singkong sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pembelajaran di Luar Kelas (PPL) yang dikemas dengan konsep edukatif sekaligus menyenangkan.
Para siswa tidak hanya melihat proses pengolahan singkong. Mereka juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung cara mengolah bahan pangan tersebut dalam sesi cooking class.
Pengalaman praktik ini menjadi sarana bagi siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas. Mereka belajar bahwa bahan pangan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Suasana pembelajaran semakin meriah melalui sesi fun games. Permainan yang dilakukan bersama menjadi media untuk melatih kerja sama, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di antara para siswa kelas 1.
Sembilan guru yang mendampingi kegiatan yakni Ust. Eka, Ust. Lian, Ust. Ikhah, Ust. Kharis, Ust. Rahma, Ust. Iis, Ust. Vinda, Ust. Lulux, dan Ust. Adit.
Belajar dari Pengalaman Langsung
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengatakan pembelajaran untuk siswa kelas 1 perlu dikemas sesuai dengan karakter dan dunia anak.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung.
“Anak-anak tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas. Mereka juga perlu melihat, mencoba, dan mengalami secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.
Pujiono menambahkan, pembelajaran di luar kelas juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berbagai nilai secara langsung, mulai dari kemandirian, kedisiplinan, hingga kerja sama.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap pengalaman yang diperoleh siswa tidak berhenti pada pengetahuan tentang pengolahan singkong. Lebih dari itu, siswa diharapkan membawa pulang pengalaman, keterampilan, serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.
“Harapannya, anak-anak pulang tidak hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga membawa pengalaman, keterampilan, dan nilai-nilai kebaikan yang mereka dapatkan selama kegiatan,” pungkasnya. (*)

