SOLO, MENARA62.COM — Dua siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta kembali menunjukkan keberanian dan kemampuan berbicara di ruang publik. Yulika dan Zhafran Aqila dipercaya memandu Launching Jingle PCM Kota Bengawan yang digelar bersamaan dengan kegiatan Hari Bermuhammadiyah PCM Kota Bengawan, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Keduanya tampil percaya diri memandu prosesi peluncuran jingle di hadapan peserta kegiatan.
Yulika merupakan siswi kelas VIII Sains 2, sedangkan Zhafran Aqila adalah siswa kelas VII PK 2. Penampilan keduanya merupakan hasil latihan dan pendampingan yang dilakukan di bawah bimbingan Ustadzah Yenita, S.Pd.
Melatih Keberanian dan Public Speaking
Keterlibatan dua siswa Simpon tersebut menjadi bagian dari komitmen SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, keberanian, kemampuan komunikasi, dan public speaking.
Sekolah memandang pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kesempatan tampil langsung di tengah masyarakat menjadi pengalaman belajar yang dapat membentuk kepercayaan diri, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, sekaligus karakter kepemimpinan siswa.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Setiap panggung adalah ruang belajar dan setiap kesempatan adalah jalan untuk bertumbuh,” demikian semangat yang dikedepankan sekolah.
Semarakkan Syiar Muhammadiyah
Launching Jingle PCM Kota Bengawan semakin istimewa karena digelar bersamaan dengan Hari Bermuhammadiyah PCM Kota Bengawan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menggembirakan syiar Persyarikatan Muhammadiyah di Kota Bengawan.
Keikutsertaan siswa Simpon juga menjadi sarana mengenalkan kepada generasi muda pentingnya semangat bermuhammadiyah, berorganisasi, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, Dr Rusmanto, memberikan apresiasi kepada Yulika dan Zhafran Aqila serta guru pembimbing yang telah mempersiapkan penampilan tersebut.
“Kami ingin anak-anak Simpon tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani tampil, mampu berkomunikasi, percaya diri, dan siap mengambil peran di tengah masyarakat. Setiap panggung adalah ruang belajar dan setiap kesempatan adalah jalan untuk bertumbuh,” kata Rusmanto.
Menurutnya, pengalaman tampil di hadapan publik dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi dan mengambil peran positif di lingkungan masyarakat.
Pengalaman Yulika dan Zhafran Aqila diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa Simpon lainnya agar tidak ragu mengembangkan bakat, berani tampil, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkarya.
SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta terus mendorong peserta didiknya untuk menjadi generasi yang berani tampil, berani berkarya, dan berani menginspirasi. (*)
