25.6 C
Jakarta

Tak Boleh ada Kerumunan, Penjual Kopi Keliling Keluhkan Sulitnya Cari Pembeli

Must read

MUI Tidak Bahas Masa Jabatan Presiden

JAKARTA, MENARA62.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membahas masa jabatan presiden. Jadi, tidak benar berita yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa...

Dengan Doa Menuju Husnul Khatimah

Manusia sebagai pemeran utama dalam kehidupan ini dituntut untuk ‎mampu memainkan perannya dengan baik sesuai petunjuk ‘Sang Sutradara’, ‎yakni Allah SWT, yang telah tertuang...

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

JAKARTA, MENARA62.COM – Hudi hanya bisa menelan ludah. Dagangan kopi yang dibawanya keliling sejak pagi di sekitaran Bintaro, Jakarta Selatan, tak kunjung mendatangkan pelanggan. Beberapa orang yang biasanya rutin membeli, kini banyak yang menghindari. Bukan karena apa, tetapi lebih disebabkan pandemi Covid-19 yang memaksa sebagian besar masyarakat harus tinggal di rumah.

Pria yang sudah menjalani profesi sebagai pedagang kopi keliling sejak tahun 2017 tersebut masih mencoba menawarkan kopi hangatnya untuk orang-orang yang dijumpai. Berharap siang ini ada orang yang bersedia membeli kopi.

“Sepi, tidak seperti biasanya. Saya menawarkan kopi ke satpam, ke ojek dan orang-orang yang biasanya pada beli,” katanya, Sabtu (19/9/2020).

Sejak Covid-19 melanda Tanah Air, Hudi mengaku omset dagangannya terjun bebas sehingga keuntungan yang disisihkan pun menurun banyak. Biasanya ia bisa mengantongi keuntungan hingga Rp100 ribu per hari, kini paling banter hanya Rp50 ribu.

“Mau bagaimana lagi, biasanya kan orang yang lagi pada kerumunan yang beli. Sekarang kerumunan nggak boleh,” tambahnya.

Meski tak mudah menjaring pelanggan, Hudi tetap berkeliling Bintaro menjajakan kopinya setiap hari. Mengendarai sepeda motornya, Hudi keluar rumah dari pagi hingga sore hari dengan mengenakan masker. Berharap kopi yang dibawanya tetap memberikan penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya.

“Semoga kondisi seperti sekarang ini segera berakhir. Saya mberikan penghasilan cukup,” tutup pria berusia 50 tahun tersebut penuh harap.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

MUI Tidak Bahas Masa Jabatan Presiden

JAKARTA, MENARA62.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membahas masa jabatan presiden. Jadi, tidak benar berita yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa...

Dengan Doa Menuju Husnul Khatimah

Manusia sebagai pemeran utama dalam kehidupan ini dituntut untuk ‎mampu memainkan perannya dengan baik sesuai petunjuk ‘Sang Sutradara’, ‎yakni Allah SWT, yang telah tertuang...

Melalui Program Literasi Gender, Kader PC IMM AR.Fakhrudin UMY Berhasil Lahirkan sebuah Buku

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Berangkat dari ketidakpahaman tentang pengetahuan gender dan keresahan mengenai ketidakadilan gender di lingkungan sekitar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR. Fakhrudin Universitas...

Bank Danamon Kembali Raih Penghargaan Kelas Internasional dalam Inovasi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon") meraih penghargaan Asia Trailblazer Award oleh Retail Banker International (RBI) dengan predikat Highly Commended...

Renovasi Rumah dan Sedekah Virtual, Ikhtiar Aswin Yanuar Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Jakarta, Menara62.com - Pengusaha muda bidang properti, Aswin Yanuar, benar-benar menggegerkan netizen Indonesia. Setelah viral berkat aksinya, mereview rumah yang dibangun perusahaannya dengan harga...