25.1 C
Jakarta

Tuntaskan Imunisasi Dasar, Balita di Gorontalo Diwisuda

Baca Juga:

TANGERANG, MENARA62.COM — Upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar bagi balita, Dinas Kesehatan Gorontalo, Provinsi Gorontalo lakukan wisuda bagi 10 ribu balita. Wisuda tersebut menjadi salah satu apresiasi yang diberikan bagi balita yang sudah menyelesaikan imunisasi dasarnya.

“Balita yang sudah lengkap imunisasinya kami wisudakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo, Roni Sampir pada acara Pra Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2018 di Tangerang, dalam siaran pers yang dikirim Kemenkes, Senin (5/3/2018).

Acara Pra Raker Kesehatan Nasional dibuka Menkes Nila F Moeloek dan dihadiri sejumlah pejabat eselon 1 Kemenkes.

Pada 2017 ini, cakupan desa Universal Child Immunizatio (UCI) di Kabupaten Gorontalo mencapai 97% dengan Imunisasi Dasar Lengkapnya (IDL) mencapai 93%.

Menkes Nila F Moeloek menghadiri Raker Kesehatan Nasional 2018. (ist)

Ide mewisudakan Balita tersebut selain memberikan apresiasi, tambah Roni, juga dalam rangka mendorong para orang tua agar mau memberikan anaknya imunisasi dasar lengkap. Harapannya, semua anak di Gorontalo tidak ada yang tidak lengkap imunisasinya, dan para orang tua juga tidak melupakan jadwal imunisasi sang anak.

“Harapannya ada kebanggaan bagi ibunya dan menarik perhatian ibu yang belum lengkap imunisasi anaknya,” ucap Roni.

Setiap Balita yang diwisuda akan mendapatkan sertifikat imunisasi. Bahkan tahun ini, pihaknya berencana akan mengajukan Rekor Muri atas diwisudanya lebih dari 10 ribu anak itu.

“Setiap lulusan itu pasti kami beri sertifikat dan tahun ini kami berencana untuk melakukan Rekor Muri,” kata Roni.

Tidak hanya itu, Gorontalo pun berhasil menurunkan prevalensi stunting selama tiga tahun secara keseluruhan. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) Pada 2015, prevalensi stunting mencapai 40,7%, pada 2016 menurun jadi 37,6%, dan pada 2017 menurun lagi menjadi 32,3%.

Sementara prevalensi usia 0-24 bulan pun mengalami penurunan. Pada 2015 prevalensi mencapai 32,3%, 2016 menurun jadi 28,4%, dan pada 2017 menjadi 24,8%. Walaupun masih belum mencapai batasan yang ditentukan WHO yakni 20%, tetapi grafik penurunan tersebut merupakan pencapaian Dinkes Kabupaten Gorontalo.

Artinya, dalam upaya mencapai cakupan kesehatan secara menyeluruh, Pemerintah Gorontalo tidak hanya fokus pada imunisasi, tetapi juga pada masalah kesehatan, di antaranya stunting.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!