25.6 C
Jakarta

Tutup Respon Bencana di Magelang, MDMC Gelar Bakti Sosial

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

MAGELANG, MENARA62.COMMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah menerjunkan relawan ke Dusun Semen, Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan Magelang, Jawa Tengah sejak 1 Maret 2020. Dusun tersebut menjadi satu dari dua dusun yang mengalami longsor pada 29 Februari 2020 lalu. Akibat kejadian tersebut 13 rumah terkena dampak aliran banjir longsor, 2 motor hanyut dan 7 rumah lainnya dalam kondisi terancam longsor.

MDMC dalam hal ini sebagai pelaksana teknis tanggap bencana Muhammadiyah dan Lazismu Kabupaten Magelang sebagai pendukung pendanaannya. Setelah melaksanakan assesment kejadian, segera para relawan MDMC dibawah koordinasi BPBD Kabupaten Magelang menerjunkan relawan di lokasi terdampak khususnya Dusun Semen.

BPBD Kabupaten Magelang menetapkan masa tanggap darurat selama 1 minggu sejak kejadian (29/02) karena butuh waktu beberapa hari untuk membersihkan lumpur akibat banjir longsor yang masuk ke pemukiman warga.

MDMC Kabupaten Magelang dibawah koordinasi Divisi Tanggap Darurat, Tri Susanto atau akrab dipanggil Pencok menerjunkan 10-20 relawan per hari sejak tanggal 1 Maret untuk bersama warga dan unsur relawan lainnya membersihkan lumpur tersebut.

Sejak tanggal 1 Maret MDMC mendirikan posko di Desa Salamkanci sekitar 1 km dari tempat kejadian di dusun Semen dengan berbagai kegiatan antara lain assesment dampak bencana, pembersihan lumpur, membantu layanan dapur umum.

Ketua MDMC Kabupaten Magelang, Asroni menyampaikan bahwa seperti yang sudah biasanya setiap terjadi bencana di Kabupaten Magelang, MDMC didukung penuh Lazismu melaksanakan tanggap bencana untuk membantu masyarakat terdampak.

“Kami selalu berkomitmen selagi kami bisa ikut membantu warga terdampak bencana dimanapun di wilayah Kabupaten Magelang, maka kami akan hadir karena itulah wujud kepedulian Muhammadiyah tanpa memandang perbedaan apapun apakah agama, suku atau golongan” katanya.

Tutup Respon

Setelah sejak tanggal 1 Maret mendirikan Pos Koordinasi (Poskor), hari ini, Jum’at (06/02) MDMC dan Lazismu Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Salamkanci, Bandongan secara resmi menutup rangkaian kegiatan respon banjir longsor di Salamkanci, Bandongan dengan melaksanakan bakti sosial berupa pembagian paket bahan pokok (100 paket) dan pembagian pakaian layak pakai kepada warga Dusun Semen dan sebagian warga Mudan yang rumahnya terdampak.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Semen dan dihadiri Ketua MDMC Kabupaten Magelang beserta anggota, jajaran PRM Salamkanci dan perangkat beserta warga Dusun Semen yang berpenduduk 55 KK (200 jiwa).

Ketua PRM Salamkanci, Burhanudin selaku penanggung jawab teknis kegiatan tersebut menyampaikan bahwa PRM Salamkanci mendukung penuh pelaksanaan respon banjir longsor di Desa Salamkanci.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada segenap relawan Muhammadiyah dari berbagai unsur yang di koordinasi oleh MDMC karena telah membantu warga Salamkanci yang tertimpa musibah,” katanya.

Sementara Khanafi (56 tahun), ketua RW 07 Dusun Semen juga mengapresiasi giat relawan Muhammadiyah di dusunnya.

“Terima kasih kepada Lazismu dan MDMC yang telah membantu warga disini, selanjutnya kami warga Dusun Semen akan tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi resiko bencana di dusun kami. Saya juga sudah menghimbau kepada warga untuk segera mengamankan diri jika terjadi hujan deras” tuturnya.

Perlu diketahui bahwa potensi dan ancaman banjir longsor susulan masih mengancam Dusun Semen dan Mudan karena di lereng bukit disamping kedua dusun tersebut sudah diketemukan rekahan-rekahan tanah cukup panjang dan lebar sehingga menuntut warga di kedua dusun tersebut selalu waspada tinggi jika terjadi hujan intensitas lebat serta pergerakan tanah. (Sapari-MDMC)

Tim Lazismu menyerahkan bantuan kepada warga

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...