32.5 C
Jakarta

Lazismu dan LPP AIK Uhamka Gelar Pelatihan dan Pendampingan Dai Perkotaan

Must read

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...

JAKARTA, MENARA62.COM — Lazismu Pusat menggelar acara Pelatihan dan Pendampingan Dai Perkotaan dengan tajuk Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, di Mini Theather Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Program Dai Perkotaan ini bekerjasama dengan Lazismu Uhamka, LPP AIK Uhamka, MPM DKI Jakarta, dan LPCR DKI Jakarta. Rektor Uhamka, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., yang turut hadir dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Meskipun sebagai kegiatan yang pertama, ia berharap semua mahasiswa Uhamka dapat mengikuti di lain waktu.

Kegiatan seperti ini, menurutnya berkenaan dengan kebijakan pendidikan yang sekarang akan diberlakukan oleh kemendikbud di perguruan tinggi dapat memberikan nilai manfaat. Jika bisa berjalan perkembangan dakwah cabang dan ranting maka akan berdampak pada kegiatan pendidikan.

Gunawan mengatakan bahwa di Uhamka sendiri ada program keterampilan sertifikasi, yang bertalian dengan kebijakan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Isi dari SKPI adalah keterampilan yang melengkapi masa studi mahasiswa dengan kegiatan yang dapat meningkatkan keahliannya.

“Kegiatan softskill itu dapat dihitung sebagai sistem kredit semester (SKS) bila mahasiswa memilih sebagai tugas akhir. Sehingga tugas akhir itu bisa menjadi laporan tertulis yang berbeda dengan penelitian skripsi,” paparnya.

Misalnya mahasiswa FKIP bisa magang di sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai wujud kegiatan dakwah. Ini sangat berdampak pada Muhammadiyah karena sudah ada instrumennya. Rektor Uhamaka ini juga menambahkan, perlu ada keseimbangan antara pengetahuan dan kehalian (skill).

Untuk menjembataninya pendidikan karakter menjadi penting. Menurutnya, selain keimanan yang terpenting bagi mahasiswa tidak hanya pandai tapi mampu beradaptasi dan tidak mudah putus asa.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Bunyamin, M.Pd.I., dari LPCR DKI Jakarta, menyampaikan dua hal. Pertama, dai memiliki pengertian yang luas. Karena itu, dai sedapat mungkin mencari pisau bedah lain dalam berdakwah yang bisa menggunggah semangat orang lain.

Dai dengan wawasan fikih dan ibadah sudah sangat banyak, karena itu mahasiswa sebagai generasi muda bisa berpartisipasi dalam program ini untuk mewujudkan kahliannya dalam bingkai keislaman.

Kedua, ini langkah terobosan bagi Lazismu dan LPP AIK, maka perlu disambut dengan strategi yang tepat. “Saya optimis program ini dapat berjalan dan mendapat dukungan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPP AIK UHAMKA, Muhammad Dwi Fajri, mengatakan secara normatif bahwa dakwah tidak boleh berhenti, tanpa dakwah Islam tidak akan hidup. “Semua karena dakwah sepanjang menyampaikan syiar maka motifnya adalah dakwah dengan tersampaikannya nilai-nilai kebaikan.”

Realitas cabang dan ranting di perkotaan dengan segala tantangannya perlu mendapat dukungan. “Seberat apapun tantangan dakwah umat islam harus siap menghadapi,” pungkasnya. Sinergi program ini dengan partisipasi mahasiswa sebagai generasi muda merupakan kekuatan dakwah. Maka perlu pemberdayaan sebagai bagian dari menghidupkan gerakan dakwah.

Manager Program Lazismu Pusat, Falhan Nian Akbar, mengatakan, dai dalam perkembangan yang lebih modern, tidak sekedar memiliki kemampuan menjadi khotib, muazin atau ceramah. Tapi dai dengan kemampuan memberdayakan. Dai yang mampu melihat situasi objek dakwah yang dapat dinilai sebagai sumber informasi pemberdayaan.

Falhan menjelaskan, program Dai Perkotaan kedepan semoga bisa dikolaborasikan dengan semua pihak sehingga dapat mwngintegrasikan dakwah dan pembersayaan. “Nilai lebih dari program ini Dai selama pelatihan dan pendampingan mendapat wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana membuat program pemberdayaan,” tandasnya. (na)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...

Belajar dari Rumah Berlanjut, Kemendikbud Kembali Terbitkan Surat Edaran

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebijakan belajar dari rumah dalam masa darurat Covid-19 akan terus diberlakukan untuk daerah zona merah dan kuning Covid-19. Karena...