25.5 C
Jakarta

Digitalasi dan Perbaikan Tampilan Foto Rontgen Melalui Filter WWW dan Histogram

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta, gabungan dari tiga prodi: Prodi Teknik Elektro, Ekonomi Akutansi, dan Kesehatan mengadakan pengabdian masyarakat secara hybrid, di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kartasura, Senin ( 26/9).

Ketua Tim, Muhammad Kusban dengan anggota: Farid Rahman, dan Tri Nur Wahyudi yang juga mengikutsertakan mahasiswa UMS yaitu Aprilianan Arafati dan Pavita Ardelia memilih RS PKU Muhammadiyah, Kartasura sebagai tempat pengabdian.

“Topik Pengabdian Masyarakat menekankan perlunya digitalisasi dan meningkatkan kecerangan tampilan citra hasil rontgen dengan filter WWW serta penggunaan metode histogram. Sasaran kegiatan PM ini adalah teknisi yang ada di PKU Kartasura serta mahasiswa untuk mengenal konsep image enhancement,” ujar Kusban.

Menurutnya, untuk meningkatkan tingkat kontras citra rontgen maka kegiatannya harus bersifat luring, atau on the spot karena itu tim menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan dan hand sanitizer, menggunakan penutup masker, serta menjaga jarak.

“Mengangkat permasalahan yang dihadapi pasien paru dari lembaran negative rontgen yang sering berlipat dan kadang berjamur bisa menimbulkan kekurang ketelitian diagnosis,” tuturnya.

Maka, lanjutnya, melihat kondisi tersebut maka seringkali pasien dianjurkan untuk foto ulang dengan menggunakan sistem CT scan ataupun foto rontgen 3D yang harganya relatif mahal. Karena itulah, lewat proses digitalisasi serta perbaikan tampilan foto rontgen dapat membantu mencerahkan tampilannya serta duplikasi penyimpan dalam HP berekstensi JPG.
“Pemaparan materi disampaikan kepada peserta dengan bentuk presentasi, video, dan praktik,” pungkasnya.

Lanjut dia, saat konversi foto dicom ke JPE/PNG dapat langsung diproses tingkat kecerahan dan kontras kemudian disimpan dalam dua versi yaitu bentuk original dan modifikasi.
“Sehingga baik pasien maupun tim ahli radiologi PKU Kartasura dapat kemudahan analisis gejala paru serta kemudahan dalam membawa foto negative tersebut karena sudah dalam bentuk digital yang tersimpan di HP pasien,” katanya.

Kusban menjelaskan, hal tersebut bertujuan agar data pasien tidak rusak ataupun hilang karena sudah dibackup di HP pasien sehingga untuk konsultasi selanajutnya dapat dilakukan secara online dengan cukup kirim gambar tersebut lewat fasilitas gadged.
“Nilai unggulan dari penerapan PM ini adalah kemudahan diagnosis serta keberlangsungan konsultasi ke ahli dapat dilakukan baik online maupun offline,” jelasnya.
Penyampaian materi Pengabdian Masyarkat yang telah dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta ini, dapat menjadi solusi terbaik bagi penderita paru, tidak perlu membawa negative rontgen yang berukuran besar kesana kemari yang tentu saja rawan hilang dan rusak. (*)

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!