SOLO, MENARA62.COM — Gagasan inovatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mendapat panggung di tingkat nasional. Delegasi UMS memborong tujuh penghargaan dalam Nusantara Creative Competition 4 (NCC 4) dan National Essay Competition 3 (NESCO 3) di Universitas Udayana, Bali.
Kompetisi yang berlangsung pada 19–20 September 2026 itu diikuti lebih dari 280 peserta dari 76 perguruan tinggi yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia.
UMS mengirimkan lima tim delegasi untuk berkompetisi dalam berbagai kategori. Hasilnya, kontingen UMS meraih tiga medali perak, tiga medali perunggu, dan satu penghargaan khusus Favorite Poster.
Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi UMS dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya melalui kompetisi akademik, kreativitas, dan riset ilmiah.
Salah satu peraih medali perak, Arkan Makarim Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih bersama tim. Menurut dia, prestasi tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan kerja keras dan kolaborasi.
“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta kolaborasi luar biasa dari seluruh anggota tim dan pihak kampus,” ujar Arkan, Rabu (23/9/2026).
Arkan berharap prestasi di Bali tidak berhenti sebagai pencapaian personal maupun tim. Ia ingin capaian tersebut menjadi pemantik bagi mahasiswa UMS lainnya untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang berdampak.
“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi bisa menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa UMS untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan melahirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Bukan Sekadar Mengejar Medali
Peserta lainnya, Alif Muhammad Faiz Robbani, menilai kompetisi nasional seperti NCC 4 dan NESCO 3 memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan penghargaan.
Menurut dia, proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah pola pikir kritis, menguji gagasan, sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Kemenangan dan medali ini adalah bonus dari proses panjang yang kami lalui. Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah jangan pernah ragu untuk mencoba dan menyuarakan gagasan inovatif,” kata Faiz.
Ia menambahkan, kompetisi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan kampus dapat dikembangkan menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat.
“Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji pemikiran, membangun jejaring, serta membuktikan bahwa gagasan muda dari kampus mampu bersaing dan memberikan dampak positif secara nasional,” ujarnya.
Tujuh penghargaan yang diraih dalam NCC 4 dan NESCO 3 sekaligus memperkuat komitmen UMS dalam menciptakan ekosistem yang mendorong mahasiswa aktif berkompetisi, melakukan riset, serta mengembangkan minat dan bakat.
Capaian di Bali tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan UMS dalam melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menawarkan gagasan inovatif dan solusi bagi masyarakat. (*)

