29.2 C
Jakarta

UMS Hadirkan EMPOWER, Ruang Aman Kesehatan Mental Dosen dan Tendik

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Dosen dan tenaga kependidikan (tendik) memiliki ruang untuk mengenali kondisi kesehatan mental sekaligus memperoleh arahan penanganan melalui EMPOWER (Employee Mental Health & Wellbeing Center) yang dihadirkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id.

 

Layanan yang dikembangkan melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) ini menyediakan fasilitas skrining awal kondisi psikologis hingga rekomendasi penanganan sesuai hasil asesmen. Kehadirannya menjadi langkah UMS memperluas dukungan kesehatan mental di lingkungan kampus, yang tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga dosen dan tendik.

 

EMPOWER berawal dari kebutuhan akan wadah pendampingan psikologis bagi dosen dan tendik. Gagasan tersebut muncul dalam program DSDMO Menyapa ketika ada pertanyaan mengenai tempat memperoleh bantuan konseling bagi pegawai di lingkungan kampus.

 

Kepala Urusan (Kaur) Pengembangan Organisasi DSDMO UMS, Rohyan Al Hani, S.T., menjelaskan, mahasiswa sebelumnya telah memiliki Student Mental Health and Well-being Support (SMHWS). Sementara itu, dosen dan tendik membutuhkan layanan serupa untuk mengenali kondisi psikologis dan memperoleh arahan ketika menghadapi persoalan mental.

 

“Ketika waktu DSDMO Menyapa itu, ada yang menyampaikan terkait kondisi mental tendik dan juga dosen. Nah, bertanya seperti ini, kalau mahasiswa kan punya SMHWS. Kalau dosen tendik ke mana? Karena belum ada wadah yang menangani itu, sehingga kita bentuk EMPOWER untuk mengatasi masalah itu,” jelas Rohyan, Jumat (9/10/2026).

 

Skrining Awal hingga Rekomendasi Penanganan

 

Melalui EMPOWER, dosen dan tendik dapat melakukan skrining awal untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi psikologis yang sedang dialami. Hasil skrining kemudian diolah menjadi skor dan rekomendasi sesuai tingkat kondisi yang teridentifikasi.

 

Untuk mengaksesnya, pengguna dapat masuk ke laman my.ums.ac.id menggunakan akun UMS. Setelah berhasil masuk, pengguna memilih menu EMPOWER dan menjawab sekitar 40–50 pertanyaan yang telah disediakan.

 

Pertanyaan tersebut mencakup sejumlah aspek psikologis, antara lain kegelisahan dan interaksi dengan orang lain. Pengguna diminta memilih jawaban yang paling sesuai dengan kondisi dirinya.

 

Rohyan menjelaskan, tidak semua persoalan kesehatan mental harus langsung ditangani tenaga profesional. Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin hanya membutuhkan istirahat atau langkah sederhana lainnya.

 

Namun, apabila hasil skrining mengindikasikan kondisi psikologis tingkat sedang hingga berat, pengguna akan direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan profesional. Dengan demikian, EMPOWER diharapkan membantu pengguna mengenali kebutuhan dukungan sejak dini.

 

Terhubung dengan Layanan Psikolog Profesional

 

Kepala Urusan Asesmen dan Pembinaan SDM DSDMO UMS, Yunita Ayu Ardhani, S.Psi., menambahkan, pengguna yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut dapat dirujuk ke Biro Konsultasi dan Pemeriksaan Psikologi (BKPP) Fakultas Psikologi UMS.

 

Layanan tersebut melibatkan psikolog untuk membantu dosen dan tendik memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan. Selain itu, dukungan juga dapat melibatkan tenaga profesional dari mitra yang telah bekerja sama dengan BKPP.

 

“Kalau tadi seperti yang sudah disampaikan, misalkan di taraf tingkat hasilnya itu sudah sedang ataupun berat, itu baru langsung disarankan untuk ke BKPP,” ungkap Yunita Ayu.

 

Keterlibatan tenaga profesional menjadi bagian dari upaya UMS memastikan pengguna memperoleh arahan yang tepat. Pada saat yang sama, pendekatan tersebut diharapkan membangun kepercayaan agar dosen dan tendik tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental.

 

Bangun Budaya Kerja yang Lebih Humanis

 

DSDMO telah memperkenalkan EMPOWER melalui program DSDMO Menyapa serta sejumlah seminar dan lokakarya. Menurut Yunita Ayu, beberapa dosen dan tendik juga telah memanfaatkan fitur tersebut setelah mengetahui layanan yang tersedia.

 

Selain melalui sistem skrining, DSDMO membuka ruang komunikasi personal bagi dosen dan tendik yang belum nyaman menggunakan EMPOWER. Mereka dapat menyampaikan persoalan secara langsung kepada pengelola untuk memperoleh arahan lebih lanjut.

 

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih humanis dan terbuka. Persoalan yang dihadapi dosen dan tendik, baik berkaitan dengan pekerjaan maupun kehidupan pribadi, diharapkan dapat disampaikan tanpa rasa sungkan.

 

Yunita Ayu berharap EMPOWER dapat dimanfaatkan sebagai ruang aman untuk mengenali kondisi psikologis sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius.

 

“Harapannya kesehatan mental di sini juga sudah terjaga. Dan kita tidak harus menunggu untuk menjadi parah dulu kesehatan mentalnya, tapi kita sudah ada wadah, kita sudah punya ruang amannya. Jadi harapannya semua bisa memanfaatkan ruang aman yang sudah tersedia ini dengan baik,” tuturnya.

 

Sementara itu, Rohyan berharap EMPOWER dapat menjadi instrumen bagi UMS untuk memahami kebutuhan kesehatan mental dosen dan tendik. Data pemanfaatan layanan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan sekaligus meningkatkan kualitas dukungan yang diberikan.

 

Ia mengingatkan, rendahnya penggunaan layanan tidak selalu menunjukkan bahwa seluruh dosen dan tendik mampu mengatasi persoalan psikologis secara mandiri. Karena itu, sosialisasi perlu terus diperkuat agar keberadaan EMPOWER semakin dikenal dan dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan.

 

“EMPOWER ini sebenarnya kayak hampir sama kayak dana kesehatan ya. Ada, tapi kalau bisa jangan dipakai,” ujar Rohyan.

 

Melalui EMPOWER, UMS berupaya membangun lingkungan kerja yang semakin peduli terhadap kesehatan mental. Sejalan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap 10 Oktober, layanan ini diharapkan menjadi ruang dukungan bagi dosen dan tendik untuk mengenali kondisi diri, memperoleh bantuan yang sesuai, dan mendapatkan pendampingan tanpa harus menunggu persoalan menjadi lebih berat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!