33.8 C
Jakarta

Usai Kecelakaan dan Kehilangan Ibu, Marcela Tetap Hadiri Wisuda UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tangis haru mengiringi prosesi Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (25/9/2026). Di antara ratusan wisudawan, sosok Marcela Amanda Sakhi mencuri perhatian. Wisudawati Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS itu mengikuti prosesi wisuda menggunakan kursi roda, setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kecelakaan dan kehilangan sang ibu.

Wisuda digelar di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS. Bagi Marcela, hari kelulusan tersebut menjadi momen yang tidak mudah. Ia harus menghadapi dua peristiwa berat dalam waktu yang sangat berdekatan.

Kecelakaan dialami Marcela pada Senin malam (21/9/2026), ketika ia hendak mengambil pakaian untuk menemani ibunya yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.

Namun, dalam perjalanan, Marcela mengalami kecelakaan di depan rumah sakit tersebut.

“Senin malam itu, niatnya saya mau ambil baju buat ibu saya di rumah sakit dan nungguin ibu juga di sana. Nah, saya malah kecelakaan ditabrak di depan RSUD Dr. Moewardi,” ungkap Marcela.

Sebelumnya, ibu Marcela sempat menjalani perawatan di PKU Muhammadiyah Surakarta sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi. Kondisi sang ibu kemudian memburuk hingga mengalami henti jantung dan harus mendapatkan perawatan di ruang ICU.

Setelah mengalami kecelakaan, Marcela tetap berusaha menemui ibunya. Namun, beberapa jam kemudian, kondisi sang ibu kembali kritis dan mengalami henti jantung.

Keluarga akhirnya menerima kenyataan bahwa sang ibu tidak dapat diselamatkan. Ibunda Marcela meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026).

“Ibu saya meninggal Selasa kemarin. Tapi kita ikhlas, kalau ibu sudah meninggal,” tuturnya.

Tetap Tabah di Hari Wisuda

Kecelakaan dan kepergian sang ibu membuat perasaan Marcela bercampur aduk ketika menghadiri wisuda. Air mata tak kuasa dibendungnya sepanjang prosesi.

Meski demikian, Marcela berusaha menerima keadaan. Ia meyakini sang ibu kini telah terbebas dari rasa sakit.

“Campur aduk, dari tadi saya nangis-nangis terus. Cuma saya bilang dalam hati, bahwa ibu saya sudah tenang di surga sana juga. Terus sudah tidak sakit lagi,” ujarnya.

Marcela mengenang, sang ibu sebenarnya memiliki keinginan untuk mengikuti momentum wisuda tersebut. Bahkan, sebelum kondisi kesehatannya memburuk, sang ibu telah beberapa kali mengurus persiapan dan melakukan pendaftaran wisuda.

Namun, kondisi kesehatan sang ibu terus menurun. Penyakit yang semula diketahui sebagai tumor buli berkembang menjadi kanker buli dan telah menyebar.

“Sakitnya Ibu itu awalnya tumor buli, jadi kanker buli, itu tidak ada hitungan, sudah merembet ke mana-mana penyakitnya,” kata Marcela.

Kehadiran Marcela di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan akhirnya menjadi bentuk keteguhan untuk menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam hidupnya, meski harus menjalani prosesi wisuda tanpa didampingi sang ibu.

UMS Berikan Respons Cepat

Di tengah situasi sulit yang dihadapinya, Marcela mengapresiasi perhatian dan respons cepat UMS terhadap kondisinya.

Setibanya di lokasi wisuda, Marcela juga mendapatkan bantuan dari panitia. Ketika ayah dan kakaknya hendak mendorong kursi roda, panitia menyampaikan bahwa mereka akan membantu mendampingi Marcela selama prosesi.

“Bapak saya sama kakak saya kan mau dorongin. Nanti katanya ada dari panitia among tamu yang bantu dorongin. Respons UMS sangat cepat,” tuturnya.

Dukungan tersebut membuat Marcela dapat mengikuti rangkaian wisuda dengan lebih tenang di tengah kondisi fisiknya yang masih harus menggunakan kursi roda.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di UMS, Marcela berharap dapat menjalani kehidupan berikutnya dengan lebih baik.

Ia berharap tidak ada lagi musibah yang datang secara beruntun dan kehidupannya setelah wisuda dapat berjalan lancar.

“Harapanku semuanya berjalan dengan lancar, mudah. Tidak ada musibah apapun lagi yang kayak gini secara berurutan,” harapnya.

Untuk almamaternya, Marcela juga menitipkan harapan agar UMS terus berkembang dan memperluas kiprahnya hingga tingkat internasional.

“Harapan saya kepada UMS, agar lebih baik lagi juga. UMS kan udah unggul nih, udah mendunia. Nah, lebih internasional lagi sih. Aamiin,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!