25.7 C
Jakarta

Wakil Rektor UM Bandung: Jangan Jalani Hidup Ikut Arus

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan sekadar mengikuti arus. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki visi dan perencanaan yang jelas, termasuk dalam mempersiapkan kondisi finansial sejak dini.

 

Pesan tersebut disampaikan Ayi saat memberikan sambutan dalam acara ADPI Goes to Campus 2026 di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, UM Bandung, Selasa (15/9/2026).

 

Ayi mengatakan, kesiapan finansial merupakan bagian penting dari perencanaan masa depan. Persiapan tersebut tidak hanya diperlukan untuk mencapai kesejahteraan selama usia produktif, tetapi juga agar seseorang dapat menjalani masa purna kerja dengan lebih tenang.

 

“Hidup kita ini banyak sekali tanggung jawabnya sebagai makhluk sosial. Dalam ajaran Islam, kita memiliki banyak amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini,” ujar Ayi.

 

Menurut Ayi, kegiatan yang digelar Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) tersebut relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan. Sosialisasi dan kuliah umum tentang dana pensiun dinilai dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan finansial.

 

Ia menegaskan, kehidupan tidak cukup dijalani tanpa tujuan yang jelas. Setiap individu perlu memiliki visi agar waktu dan potensi yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk menjalankan berbagai tanggung jawab.

 

“Jadi, kalau hidup kita hanya santai, rebahan, kemudian slow living begitu saja, maka tidak bisa memaksimalkan dalam menjalankan amanah tersebut,” katanya.

 

Ayi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar menjalani kehidupan seperti air mengalir. Perencanaan yang baik, menurutnya, diperlukan sejak menyelesaikan pendidikan, memasuki dunia kerja, hingga menghadapi masa setelah bekerja.

 

“Kita tidak bisa hanya mengikuti hidup ini seperti air mengalir, tetapi perlu ada perencanaan yang bagus. Setelah selesai kuliah kita bekerja dan memiliki kesejahteraan. Ketika selesai bekerja pun kita memiliki hidup yang tenang karena semua sudah direncanakan,” ujarnya.

 

Dana Pensiun Perlu Dipahami Sejak Muda

 

Ketua Umum ADPI Abdul Hadi mengatakan, edukasi dana pensiun di lingkungan kampus menjadi bagian penting dalam mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia profesional.

 

Menurutnya, kampus merupakan tempat pembentukan talenta yang nantinya memasuki dunia kerja dan dituntut mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

 

“Kampus adalah tempat talent-talent dibentuk untuk melahirkan profesional. Dunia kerja menjadi tempat pembuktian bahwa talent dari kampus bisa profesional dan membawa maslahat bagi masyarakat,” tutur Abdul Hadi.

 

Abdul Hadi menekankan bahwa dana pensiun tidak semestinya baru dipikirkan ketika seseorang mendekati usia purna kerja. Kesadaran mengenai dana pensiun, pengetahuan, dan perencanaannya justru perlu diperkenalkan kepada generasi muda.

 

“Dana pensiun bukan urusan orang tua saja. Perlu dipersiapkan sejak dini minimal awareness, pengetahuan, dan perencanaannya,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, kegiatan ADPI Goes to Campus 2026 digelar dalam momentum Bulan Dana Pensiun yang dicanangkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PAN-RB. Momentum tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai dana pensiun.

 

Mahasiswa Didorong Bangun Kebiasaan Finansial Sehat

 

Ketua Bidang Sosialisasi dan Literasi DPP ADPI Faizal Ridwan Zamzany dalam kesempatan yang sama menyampaikan materi bertajuk Build a Professional Legacy.

 

Faizal mengajak mahasiswa mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak berada di bangku kuliah. Salah satunya dengan menerapkan growth mindset dalam mengelola keuangan.

 

Mahasiswa juga didorong mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta memahami konsep compounding interest atau bunga berbunga sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

 

“Dana pensiun bukan sekadar tentang berhenti bekerja, melainkan tentang kepastian kemandirian finansial di masa depan,” ujar Faizal.

 

Selain investasi dan perencanaan jangka panjang, Faizal menekankan pentingnya memiliki dana darurat serta melakukan mitigasi terhadap risiko keuangan.

 

Menurutnya, kebiasaan menunda perencanaan finansial sejak usia muda dapat meningkatkan kerentanan ekonomi ketika seseorang memasuki usia nonproduktif.

 

“Jika tidak direncanakan sejak dari bangku kuliah, kita berisiko terjebak dalam masa pensiun yang rentan secara ekonomi,” pungkasnya.

 

Selain kuliah umum, ADPI Goes to Campus 2026 di UM Bandung juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UM Bandung dan ADPI. Kerja sama tersebut menjadi landasan sinergi dalam memperkuat edukasi keuangan sekaligus pengembangan jejaring profesional. (FK/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!