SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menginfakkan 100 persen revenue 58mart selama bulan pertama operasional untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
58mart merupakan unit usaha baru UMS yang menyediakan berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Selain menjadi bagian dari pengembangan usaha kampus, keberadaannya kini juga diarahkan menjadi sarana berbagi dan pemberdayaan sosial.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengajak civitas academica UMS berbelanja di 58mart sebagai bentuk sedekah sekaligus kepedulian terhadap korban gempa di NTT.
“Nanti kita belanja sama-sama. Karena margin selama satu bulan dari selama masyarakat belanja di sini, dosen dan tendik di sini, insyaallah akan kita sedekahkan, akan kita gunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang kena dampak korban gempa di NTT,” kata Harun, Kamis (20/8/2026).
Menurut Harun, partisipasi civitas academica UMS berpotensi memperbesar manfaat yang dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Sebab, jumlah dosen, tenaga kependidikan, dan warga kampus UMS cukup besar.
Ia pun mengajak dosen dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan 58mart sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nominal belanja, kata dia, tidak harus besar karena setiap transaksi turut berkontribusi terhadap aksi sosial tersebut.
Belanja Sekaligus Beramal
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si., menyambut positif langkah tersebut. Ia berharap hasil pendapatan 58mart yang disalurkan bagi korban bencana menjadi amal yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak.
“Kita akan amalkan hasil dari yang pertama kali nanti dilakukan oleh 58mart ini. Kebetulan saudara-saudara kita yang ada di Maumere dan sekitarnya sedang ada musibah. Saya kira ini adalah merupakan amal yang bagus,” ujar Marpuji.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan mengoptimalkan aktivitas ekonomi untuk menghasilkan manfaat sosial.
58mart Optimalkan Aset UMS
Sementara itu, Ketua Badan Pengembangan Usaha dan Investasi (BPUI) UMS Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., mengatakan pendirian 58mart merupakan bagian dari strategi UMS mengoptimalkan aset yang dimiliki.
Ia menjelaskan, unit usaha tersebut dikembangkan untuk memberdayakan aset UMS yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
“Iya, melaporkan bahwa alhamdulillah kami berhasil mendirikan 58mart ini, dan sekaligus juga atas dhawuh Bapak-Bapak pimpinan memanfaatkan, memberdayakan aset-aset yang ada di UMS ini yang belum dioptimalkan,” tutur Bambang.
Dengan demikian, 58mart tidak hanya diarahkan sebagai unit usaha yang mendukung pengembangan kelembagaan UMS, tetapi juga memiliki dimensi sosial melalui pemanfaatan hasil usaha untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen menginfakkan seluruh revenue bulan pertama tersebut menjadi langkah awal 58mart dalam mengintegrasikan aktivitas ekonomi dengan nilai kepedulian sosial. Melalui gerakan belanja bersama, UMS berharap manfaat unit usaha baru tersebut dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat yang tengah terdampak bencana di NTT. (*)

