JAKARTA, MENARA62.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan dan santunan kepada murid, guru, serta keluarga korban terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan diberikan di tengah gempa susulan yang kembali mengguncang wilayah Flores. Di Kabupaten Manggarai, gempa berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Kamis pagi (20/8/2026), setelah sehari sebelumnya gempa magnitudo 5,7 dirasakan masyarakat.
Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang berada di lokasi tetap bergerak menyalurkan bantuan meski guncangan masih dirasakan dan perjalanan menuju sejumlah titik terdampak diwarnai longsor di sisi jalan.
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (20/8).
Ratusan Murid di Pengungsian Dapat Bantuan
Bantuan disalurkan kepada murid yang berada di lokasi pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Sebanyak 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP menerima goodie bag berisi makanan.
Bingkisan tersebut antara lain berisi susu, air minum kemasan, dan makanan ringan. Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Sementara itu, family kit diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar sekaligus membantu keberlangsungan aktivitas belajar anak-anak selama berada dalam kondisi darurat.
Guru dan Murid Korban Gempa Terima Santunan
Selain bantuan di pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak langsung gempa bumi.
Seorang guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, menerima santunan Rp2 juta dan family kit setelah rumahnya tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa.
Santunan juga diberikan kepada seorang murid kelas V SDK Ri’i yang terdampak reruntuhan puing bangunan sekolah. Murid tersebut memperoleh Rp1 juta dan school kit.
Kemendikdasmen turut memberikan santunan kepada keluarga murid yang meninggal dunia akibat bencana, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i.
Kepada orang tua almarhumah, Kemendikdasmen menyerahkan santunan Rp5 juta serta bantuan sembako.
Pendidikan Diharapkan Tetap Berjalan
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, mengapresiasi kehadiran pemerintah di tengah situasi sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.
Menurutnya, kerusakan akibat gempa tidak semestinya mematahkan semangat anak-anak untuk terus belajar.
Gempa bumi memang merusak sejumlah bagian bangunan sekolah, tetapi kepedulian pemerintah dan keteguhan para pendidik menjadi kekuatan untuk menjaga semangat belajar anak-anak Manggarai.
Kehadiran Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang bergerak cepat ke lokasi bencana juga mendapat sambutan dari sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang hadir dalam penyerahan bantuan.
Melalui bantuan dan santunan tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk tetap hadir mendampingi warga sekolah terdampak bencana. Dukungan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan hak anak memperoleh pendidikan tetap menjadi perhatian di tengah kondisi darurat. (*)

