30 C
Jakarta

Pengajian Nuzulul Quran Semarak di Masjid Baiturrahman Nusukan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Masjid Baiturrahman Cangakan, Nusukan, Kota Surakarta, menggelar pengajian dalam rangka memperingati Nuzulul Quran pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Demak Bintoro Barat Raya II, Kecamatan Banjarsari tersebut diikuti puluhan jemaah yang memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Pengajian menghadirkan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko sebagai penceramah utama. Dalam tausiahnya, ia menjelaskan makna Nuzulul Quran sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia.

Menurut Jatmiko, Nuzulul Quran merupakan malam penuh keberkahan yang berkaitan dengan turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 1 dan juga disebut dalam Al-Baqarah ayat 185 tentang turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadan.

“Nuzulul Quran adalah malam penuh keberkahan. Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan batil,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia menambahkan, Al-Qur’an senantiasa relevan sepanjang zaman karena berisi petunjuk menuju jalan yang lurus. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah dalam Surat Al-Isra ayat 9 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk bagi manusia dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman serta berbuat kebajikan.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah.

Dalam ceramahnya, Jatmiko juga mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki keutamaan besar. Setiap huruf yang dibaca akan bernilai pahala, bahkan bagi orang yang belum lancar membaca Al-Qur’an tetap mendapatkan pahala berlipat karena kesungguhannya dalam belajar.

Ia pun mengajak umat Islam untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an juga merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman hidup di dunia, tetapi juga akan memberikan syafaat di akhirat bagi orang-orang yang membacanya,” tuturnya.

Jatmiko mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya.

Ia menutup tausiah dengan mengingatkan kembali bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya lima ayat pertama sebagai wahyu awal yang menjadi dasar petunjuk hidup umat manusia.

“Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang salah,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!