30 C
Jakarta

Buya Anwar Abbas Dorong Green Hajj Atasi Sampah

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai konsep Green Hajj dapat menjadi solusi edukasi pengelolaan sampah sejak dari hulu, terutama di tingkat rumah tangga. Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar oleh Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah pada Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom itu mengangkat tema “Green Hajj sebagai Solusi untuk Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu” dan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji serta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Buya Anwar menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Karena itu, penanganannya harus dimulai dari sumber utama, yakni rumah tangga.

“Masalah sampah sangat meresahkan. Kalau kita berbicara dari hulu, maka itu berarti dari rumah tangga. Salah satu yang terpikir oleh saya adalah bagaimana sampah itu bisa diolah dengan bantuan bakteri sehingga bisa menjadi kompos,” ujarnya.

Ia juga mendorong MLH Muhammadiyah untuk menyusun panduan praktis bagi masyarakat dalam mengolah sampah secara sederhana dan berkelanjutan.

Menurutnya, buku panduan tersebut dapat membantu masyarakat memahami cara memanfaatkan sampah organik dengan teknologi sederhana, seperti pengolahan menggunakan bakteri menjadi kompos.

“MLH bisa membuat buku yang mengajarkan warga bagaimana mengolah sampah dengan bakteri sehingga sampah bisa diubah menjadi kompos,” tambahnya.

Program Lingkungan Muhammadiyah

Ketua MLH PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, menjelaskan bahwa dalam empat tahun terakhir Muhammadiyah telah menjalankan berbagai program lingkungan.

Salah satunya adalah program penanaman mangrove dan pohon produktif yang jumlahnya telah mencapai sekitar 13.000 pohon di berbagai wilayah.

Menurut Azrul, isu pengelolaan sampah kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah. Ia bahkan mengaku telah diundang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi untuk membahas peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam mengatasi persoalan sampah.

“Sampah memang sudah sangat darurat karena masyarakat kita belum memiliki budaya pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Konsep Green Hajj

Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji, Harry Alexander, menjelaskan bahwa konsep Green Hajj bertujuan membangun kesadaran lingkungan bagi jemaah haji.

Menurutnya, jemaah dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui program wakaf pohon untuk mengimbangi emisi karbon dari perjalanan ibadah haji.

“Jemaah haji perlu melakukan wakaf pohon untuk melakukan carbon offsetting dari emisi CO₂ yang dihasilkan selama perjalanan ibadah haji,” jelas Harry.

Ia menambahkan bahwa program tersebut juga dapat dikembangkan melalui skema investasi berbasis sukuk yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat ekologis.

Tantangan Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Staf Ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanifah Dwi Nirwana, menyebut pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar.

Ia menyebutkan bahwa saat ini baru sekitar 25 persen sampah di Indonesia yang terkelola dengan baik, sementara sebagian besar lainnya masih belum tertangani secara optimal.

Karena itu, pemerintah membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut.

Hanifah juga menilai ibadah haji dapat menjadi laboratorium sosial untuk membangun perilaku ramah lingkungan, mengingat jemaah haji Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

Melalui program Green Hajj, Muhammadiyah berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh dari ibadah spiritual menuju praktik kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi kontribusi Indonesia dalam upaya pengelolaan lingkungan global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!