SOLO, MENARA62.COM – Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah Surakarta melalui aksi nyata. Bersama Lazismu, MDMC, dan RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta, mereka menggelar layanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir di RW 4 Joyotakan, Serengan, Jumat (17/4/2026).
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah berjuang pulih pascabencana. Sebanyak 150 kuota layanan kesehatan disediakan, mencakup seluruh lapisan usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Upaya ini difokuskan pada deteksi dini dan penanganan cepat berbagai penyakit yang berpotensi muncul setelah banjir.
Direktur Lazismu Surakarta, Wahid Hamdani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antar lembaga di lingkungan Muhammadiyah dalam merespons bencana secara menyeluruh.
“Program kolaborasi antara MDMC dan RS PKU Sampangan ini bertujuan mencegah penyakit pascabanjir di Joyotakan, dengan penerima manfaat dari usia dini hingga orang tua. Ini adalah wujud nyata kepedulian Muhammadiyah dalam aksi sosial, mulai dari evakuasi, distribusi makanan, hingga layanan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta, dr. Desi Ekawati, menyampaikan bahwa tim medis diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
“Kami membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan sering muncul pascabanjir, sehingga perlu penanganan segera,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban warga, tetapi juga mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar layanan medis, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan terus bergerak. Muhammadiyah Surakarta menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu dan menguatkan.
Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan pascabencana, sekaligus termotivasi untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan semangat baru. (*)

