31.9 C
Jakarta

Sebanyak 25 Satuan Pendidikan di Teluk Bintuni Bakal Direvitalisasi Tahun 2026 dengan Total Anggaran Rp20,7 Miliar

Baca Juga:

TELUK BINTUNI, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu hingga ke wilayah Timur Indonesia. Pemerintah mempercepat revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya memastikan anak anak Papua memperoleh akses belajar yang layak, aman dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan rampungnya revitalisasi 10 satuan pendidikan penerima bantuan tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp17,5 milyar. Seluruh pengerjaan fisik telah selesai 100 persen.

Peresmian revitalisasi ini dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, salah satu sekolah penerima manfaat terbesar di Teluk Bintuni dengan nilai revitalisasi mencapai Rp2,62 miliar. Program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, hingga fasilitas sanitasi sekolah.

Mendikasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan hanya pembangunan fisik saja melainkan bagian dari upaya negara menghadirkan keadilan, layanan pendidikan hingga ke wilayah dengan tantangan akses paling tinggi.

“Kita mendapatkan amanah dari undang-undang sistem pendidikan nasional bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik dan lebih merata bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia melanjutkan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Teluk Bintuni terus diperkuat melalui peningkatan signifikan alokasi bantuan pada tahun 2026. Jumlah satuan pendidikan penerima program revitalisasi meningkat lebih dari 2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk revitalisasi tahun 2026 terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini sudah ada perjanjian kerjasama untuk 25 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari 20,7 milyar,” jelasnya.

Seluruh pembangunan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pembangunan berjalan lebih efektif tepat sasaran sekaligus melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaannya.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Harapan Warga Sekolah di Tanah Papua
Dukungan penuh atas akselerasi pembangunan serta ekosistem digital ini disampaikan oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, yang hadir langsung didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Teluk Bintuni, Henry Kapuangan. Pihaknya menilai kunjungan kerja Mendikdasmen merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masa depan sumber daya manusia di Papua Barat.

“Kehadiran Bapak Menteri menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan. Program revitalisasi ini sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman dan layak bagi anak anak kami. Kami berharap dukungan revitalisasi ini terus berlanjut agar seluruh anak di Teluk Bintuni mendapatkan lingkungan belajar yang berkualitas,” harap Yohanes.

Ungkapan rasa syukur mendalam juga diungkapkan oleh Starla Rozario Kanem Manibuy, siswi perwakilan dari SMP Harmoni School Terpadu Bintuni, saat menyampaikan testimoni di hadapan rombongan kementerian. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya mendapatkan ruang administrasi yang baru, ruang UKS yang lebih baik, perpustakaan yang lengkap, laboratorium modern yang membuatnya lebih bersemangat belajar.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden dan Bapak Menteri atas bantuan revitalisasi pendidikan yang telah diberikan kepada kami. Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi ini adalah bentuk nyata perhatian dan kasih sayang pemerintah kepada kami, anak- anak di Papua khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. Kami merasa diakui dan diperhatikan. Kami juga punya kesempatan sama seperti anak anak lainnya,” ucap Starla.

Dampak program tersebut turut dirasakan langsung oleh Kepala SMP Negeri 2 Manimeri, Floriba Hurim. Ia menyampaikan bahwa revitalisasi telah menghadirkan perubahan besar terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran di sekolahnya.

Agenda peresmian revitalisasi ini ditutup dengan penandatanganan prasasti serta interaksi hangat antara Mendikdasmen dengan para kepala sekolah penerima manfaat, para guru dan perwakilan murid dari berbagai wilayah. Hal tersebut merefleksikan simbol persatuan dan semangat kolektif untuk membangun masa depan pendidikan yang cerah di atas Tanah Papua.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!