ISTANBUL, MENARA62.COM — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Türkiye bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Program Studi Farmasi serta Sakarya Üniversitesi sukses menyelenggarakan kegiatan International Community Services Program di Istanbul.
Mengangkat tema “Strengthening Health Resilience: Integrated Medication and Emergency Logistics Management”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan obat serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya di lingkungan keluarga.
Program ini melibatkan akademisi dan mahasiswa dari Indonesia dan Türkiye. Di antaranya Dr. Aam Slamet Rusydiana dari Sakarya Üniversitesi, serta tim dari UMY yang terdiri dari Dr. apt. Salmah Orbayinah, Dr. apt. M. Thesa Ghozali, apt. Indra Putra Taufani, Ph.D, Dr. apt. Pinasti Utami, Dr. apt. Ingenida Hadning, dan apt. Puguh Novi A, Ph.D. Kegiatan ini juga didukung oleh partisipasi organisasi Yedi Hilal, Muhammadiyah, ‘Aisyiyah Türkiye, serta masyarakat setempat.
Ketua panitia sekaligus Sekretaris PCIM Türkiye Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, S.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, ketahanan kesehatan keluarga menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk bencana.
Sementara itu, Sekretaris PCIA Türkiye, Neysa Rasionalis El Rahma, menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya perempuan, dalam menjaga kesiapsiagaan kesehatan. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus kepercayaan diri masyarakat dalam mengambil tindakan yang tepat saat kondisi darurat.
Kegiatan diawali dengan materi pembuka yang berfokus pada peluang studi lanjut (S2/S3) di Turki bagi mahasiswa Indonesia, termasuk pemahaman mengenai sistem wakaf sebagai pendukung pendidikan dan kesehatan, serta peluang kolaborasi riset internasional.
Selanjutnya, peserta mengikuti materi inti yang lebih aplikatif, yaitu edukasi “7-Hour Golden Rule” sebagai panduan penanganan awal kondisi darurat berbasis keluarga, serta pelatihan penyimpanan dan penggunaan obat yang aman dalam situasi bencana. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi konsultasi kesehatan yang memungkinkan peserta berdiskusi langsung dengan tenaga ahli.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan antusiasme tinggi. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan praktik, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta model pengabdian masyarakat internasional yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan global. (*)

