YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Persaingan cabang olahraga panahan di ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 semakin memanas. Babak perempat final nomor SMA Nasional Divisi Recurve 40 Meter Women menghadirkan duel sengit para atlet putri terbaik dari sekolah Muhammadiyah seluruh Indonesia.
Pertandingan yang digelar di Universitas Ahmad Dahlan itu berlangsung penuh semangat dan sportivitas. Para atlet menunjukkan kemampuan teknik, fokus, dan mental bertanding demi mengamankan tiket menuju babak semifinal.
Pada pertandingan pertama, Atsir Nur Faisa Achmad dari SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo memastikan diri melaju ke semifinal setelah memperoleh bye pada babak perempat final. Kesempatan tersebut memberi keuntungan bagi Atsir untuk mempersiapkan kondisi fisik dan strategi menghadapi laga berikutnya.
Laga kedua mempertemukan Affifa Ainun Hayat dari SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring melawan Faiza Sayyida Nafisa dari SMA Muhammadiyah PK Kotabarat Surakarta. Pertandingan berlangsung ketat dengan saling adu akurasi tembakan.
Affifa Ainun Hayat tampil lebih konsisten dan berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal setelah menundukkan Faiza Sayyida Nafisa.
Sementara itu, Afifah Aulia Sari dari MA Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta juga lolos otomatis ke semifinal usai memperoleh bye pada babak perempat final. Statusnya sebagai salah satu unggulan membuat Afifah berpeluang tampil lebih siap pada fase berikutnya.
Di pertandingan lainnya, Nashreen Salwa Batrisyia dari SMA Muhammadiyah PK Kotabarat Surakarta turut memastikan langkah ke semifinal setelah mendapatkan bye.
Dengan hasil tersebut, empat atlet yang lolos ke semifinal nomor SMA Nasional Divisi Recurve 40 Meter Women adalah Atsir Nur Faisa Achmad, Affifa Ainun Hayat, Afifah Aulia Sari, dan Nashreen Salwa Batrisyia.
Keempat pemanah putri tersebut akan kembali bersaing memperebutkan dua tiket menuju partai final sekaligus membuka peluang meraih medali emas cabang olahraga panahan di The 1st Muhammadiyah Games 2026.
Atmosfer kompetitif yang sehat dan penuh sportivitas menjadi warna tersendiri dalam ajang tersebut. Selain menjadi wadah pencapaian prestasi, kompetisi ini juga mempererat ukhuwah antarpelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. (Fadel)
