29.3 C
Jakarta

Muhammadiyah Games Dibuka di UMS, Atlet Bisa Kuliah Gratis

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 1st Muhammadiyah Games Cabang Olahraga Tapak Suci. Penyambutan para atlet Tapak Suci digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS pada Jumat (15/5).

 

Ketua Panitia The 1st Muhammadiyah Games, Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or., menyampaikan apresiasinya kepada UMS yang telah mendukung penuh penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

 

“Kami tentu berterima kasih kepada UMS yang begitu berkenan menjadi salah satu penyelenggara di cabang olahraga, salah satu cabang olahraga di Muhammadiyah Games,” ujar Nur Subekti.

 

Ia menjelaskan, terdapat enam cabang olahraga yang dipertandingkan dalam The 1st Muhammadiyah Games 2026, yakni pencak silat, bola voli, atletik, panahan, bulu tangkis, dan tenis meja. Seluruh pertandingan digelar di tiga kota, yaitu Yogyakarta, Solo, dan Purwokerto pada 14-19 Mei 2026.

 

Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti Muhammadiyah Games mencapai sekitar 1.950 orang untuk enam cabang olahraga resmi. Selain itu, terdapat satu cabang olahraga festival berupa Senam Anak Indonesia Hebat yang akan digelar sebagai pra-acara opening ceremony dengan jumlah peserta sekitar 300 orang.

 

“Sehingga secara umum, jumlah peserta The 1st Muhammadiyah Games ini kurang lebih di angka 2.250-an,” jelasnya.

 

Nur Subekti juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Muhammadiyah Games” memiliki visi jangka panjang agar ajang tersebut dapat berkembang hingga level internasional.

 

“Harapannya, sesuai masukan dari Pak Rektor saat kita berdiskusi, kenapa namanya ‘Muhammadiyah Games’ bukan ‘Pekan Olahraga Muhammadiyah Nasional’? Karena visi kita tidak hanya di level nasional. Muhammadiyah Games ini akan setara dengan SEA Games atau Asian Games. Harapannya nanti pesertanya dari teman-teman atau warga Muhammadiyah yang ada di luar negeri,” tuturnya.

 

Sementara itu, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan komitmen UMS dalam memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi, khususnya bagi peserta yang masih duduk di bangku SMA atau sederajat.

 

“Bagi kalian yang berhasil mendapatkan medali dalam ajang ini, akan saya berikan prioritas khusus untuk diterima sebagai mahasiswa baru UMS tanpa tes. Kami juga akan menyiapkan skema beasiswa dari 11 jenis beasiswa yang tersedia di UMS. Ini adalah komitmen kami untuk menghargai prestasi kader-kader Muhammadiyah,” ujar Harun.

 

Selain itu, Harun juga mengusulkan agar Muhammadiyah Games digelar dengan frekuensi lebih sering dan memiliki jangkauan internasional. Menurutnya, hal tersebut memungkinkan mengingat Muhammadiyah memiliki jaringan PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) yang tersebar di berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, hingga Australia.

 

Ia juga mendorong agar sistem kepesertaan dibuat lebih fleksibel dan inklusif.

 

“Meskipun ini adalah ajang internal persyarikatan, namun semangatnya harus inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas untuk mengenal dan akhirnya bergabung dengan Muhammadiyah melalui jalur olahraga,” tutur Harun.

 

Dalam kesempatan itu, Harun turut menyampaikan tiga pesan kepada seluruh peserta sebagai bentuk rasa syukur, baik secara vertikal maupun horizontal.

 

Pesan pertama adalah Lillahi Ta’ala yuhibbu, yang menekankan pentingnya profesionalitas dalam pertandingan sebagai bagian dari ibadah. Kedua, Ahabbakum amalan, yakni semangat Tapak Suci yang berlandaskan iman dan takwa sesuai jargon, “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah.” Menurutnya, kekuatan fisik harus dibarengi dengan karakter yang hebat dan bermartabat.

 

Pesan ketiga adalah Yutimmulah, yakni ajakan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib, disiplin, dan tuntas mulai dari pembukaan hingga akhir pertandingan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!