YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Syauqi Soeratno, mendorong perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah untuk memperkuat peran dalam isu lingkungan sekaligus aktif mempengaruhi kebijakan publik dari tingkat daerah hingga nasional.
Pesan tersebut disampaikan Syauqi saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional yang digelar Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (16/5/2026).
Dalam seminar bertajuk “From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies” itu, Syauqi menilai perempuan muda memiliki posisi strategis karena dekat dengan komunitas lokal dan memahami persoalan masyarakat akar rumput.
“Perempuan muda sangat relevan dengan topik ini karena dekat dengan komunitas lokal dan kebudayaan lokal,” ujar Syauqi.
Menurutnya, isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda Muhammadiyah dan perempuan muda yang bergerak melalui komunitas.
“Kita harus meyakinkan anak muda Muhammadiyah untuk bersama-sama pemerintah melakukan hal terbaik bagi lingkungan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucapnya mengutip prinsip khairunnas anfa’uhum linnas.
Syauqi menjelaskan, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintahan yang menekankan pembangunan berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia, dan partisipasi publik dalam menyelesaikan persoalan sosial maupun lingkungan.
Ia juga menegaskan pentingnya perempuan muda mengambil peran dalam mengawal berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Perempuan muda di Nasyiatul Aisyiyah harus punya agenda dan formula untuk mempengaruhi kebijakan, mulai dari perda, peraturan wali kota, peraturan gubernur, hingga memonitor berbagai kebijakan publik. Mereka bisa menjadi pemimpin akar rumput,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya di Komite III DPD RI, Syauqi mengaku banyak menerima aduan masyarakat terkait persoalan pemberdayaan perempuan, pendidikan, kepemudaan, hingga pembangunan daerah yang membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil.
“Banyak pengaduan masyarakat yang masuk, dan itu bukan sekadar keluhan biasa. Ada persoalan-persoalan kompleks di berbagai daerah yang membutuhkan perhatian bersama. Kita punya tanggung jawab di sana,” katanya.
Karena itu, ia berharap Nasyiatul Aisyiyah terus memperkuat kontribusinya, baik di lingkungan persyarikatan maupun bagi masyarakat luas, terutama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pembangunan sosial.
“Negeri ini membutuhkan partisipasi kita semua. Ini waktunya mengambil kontribusi. Saya berharap Nasyiatul Aisyiyah bisa memberikan yang terbaik bukan hanya untuk persyarikatan, tetapi juga untuk semesta,” pungkasnya. (*)
