SOLO, MENARA62.COM — Pelaksanaan cabang olahraga Pencak Silat Tapak Suci dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (16/5/2026), mendapat perhatian serius dari Dewan Hakim demi menjaga kualitas pertandingan dan sportivitas atlet.
Dewan Hakim Pencak Silat, Drs. Mahfud, MH. PUa, menegaskan bahwa seluruh perangkat pertandingan yang bertugas merupakan wasit dan juri berpengalaman dengan lisensi nasional hingga internasional.
Mahfud mengatakan, dirinya dipercaya menjadi bagian dari dewan hakim dalam gelaran Muhammadiyah Games perdana tersebut untuk memastikan pertandingan berjalan profesional, objektif, dan menjunjung tinggi fair play.
“Dalam kegiatan ini ada kategori tanding dan kategori seni. Untuk kategori tanding dibagi dalam empat gelanggang, yakni tiga gelanggang tanding dan satu gelanggang seni,” ujar Mahfud.
Ia menjelaskan, mayoritas perangkat pertandingan berasal dari Pulau Jawa, mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Selain itu, terdapat juga perangkat pertandingan dari Sumatera Barat dan Bali.
Menurutnya, kualitas wasit dan juri menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas pertandingan pencak silat, terutama di ajang nasional seperti Muhammadiyah Games 2026.
“Semua wasit yang bertugas adalah wasit nasional Tapak Suci, bahkan ada yang memiliki lisensi internasional di IPSI. Mereka juga mantan atlet, sehingga memahami dinamika pertandingan dan tidak mudah diprovokasi oleh coach,” katanya.
Mahfud menilai pengalaman para wasit dan juri tersebut membuat keputusan pertandingan lebih objektif dan mendekati kebenaran.
“Keputusannya insyaallah mendekati kebenaran karena mereka memahami pertandingan dan masih aktif sebagai wasit juri nasional,” tegasnya.
Selain menyoroti kualitas perangkat pertandingan, Mahfud juga menyampaikan pesan kepada para pelatih, official, dan peserta agar menjadikan Muhammadiyah Games sebagai ajang silaturahmi sekaligus pembinaan prestasi atlet Tapak Suci.
Ia berharap kompetisi ini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat membawa nama Muhammadiyah dan Tapak Suci ke level yang lebih tinggi di masa depan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menghasilkan atlet-atlet Tapak Suci yang baik untuk masa depan. Ini bukan hanya ajang prestasi, tetapi juga ajang silaturahmi,” ujarnya.
Mahfud juga meminta seluruh pelatih dan coach menjaga suasana kompetisi tetap kondusif mengingat The 1st Muhammadiyah Games merupakan penyelenggaraan perdana yang diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
“Karena ini kegiatan awal Muhammadiyah Games, kami berharap semua pihak mendukung agar kegiatan ini sukses dan bisa terus digelar kembali oleh Muhammadiyah,” katanya.
Ia optimistis Muhammadiyah Games ke depan dapat berkembang menjadi ajang olahraga resmi berskala besar di lingkungan Muhammadiyah, bahkan menjadi semacam “PON Muhammadiyah” yang melibatkan peserta dari tingkat pimpinan wilayah hingga nasional.
“Sekarang mungkin pesertanya masih terbatas, tetapi ke depan bisa lebih besar lagi dan benar-benar menjadi kejuaraan resmi Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)

