SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan digitalisasi organisasi Muhammadiyah. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan sistem inventarisasi digital Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berbasis website di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebakkramat.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat UMS dalam skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) sebagai upaya mendukung tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan transparan di era digital.
“Kebutuhan sistem inventarisasi digital muncul karena pengelolaan data AUM di PCM Kebakkramat sebelumnya masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi dalam satu sistem yang mudah diakses,” papar Ketua tim pengabdian UMS, Yunus Aris Wibowo, S.Pd., M.Sc., saat ditemui pada Jumat (22/5).
Menurutnya, perkembangan organisasi Muhammadiyah yang semakin luas menuntut adanya pengelolaan data yang tertata agar dapat mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
“Ketika organisasi berkembang, jumlah amal usaha bertambah, dan jaringan semakin luas, maka kebutuhan terhadap data yang tertata menjadi sangat penting. Data yang baik akan membantu organisasi bergerak dengan lebih terarah,” ujar Yunus.
PCM Kebakkramat sendiri membawahi 10 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dengan berbagai AUM, terutama di bidang pendidikan. Namun selama ini, pengelolaan data masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari belum adanya database digital terpusat hingga keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan sistem berbasis teknologi.
Melalui program pendampingan tersebut, tim UMS melakukan identifikasi, survei lapangan, dan pendataan aset secara langsung di wilayah PCM Kebakkramat. Sebanyak 36 titik lokasi AUM dan aset berhasil dipetakan, meliputi sekolah, masjid, mushala, gedung dakwah, hingga aset organisasi lainnya.
Pendataan dilakukan menggunakan pendekatan teknologi geospasial dengan memanfaatkan GPS, UAV-drone, dan aplikasi pengumpulan data digital. Dengan metode tersebut, data yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki akurasi spasial yang dapat divisualisasikan dalam bentuk peta digital.
Seluruh hasil pendataan kemudian diintegrasikan ke dalam website resmi Muhammadiyah Kebakkramat yang kini menjadi pusat inventarisasi digital AUM PCM Kebakkramat sekaligus sarana informasi publik bagi masyarakat dan warga Muhammadiyah.
Selain pembangunan sistem, tim pengabdian UMS juga memberikan pelatihan pengelolaan website kepada 25 kader Muhammadiyah PCM Kebakkramat dimulai pada 27 Desember 2025, 25 Januari 2026, dan 14 Februari 2026. Pelatihan tersebut mencakup pengelolaan data, pembaruan informasi, manajemen admin, penulisan berita, hingga pemeliharaan sistem agar keberlanjutan program dapat berjalan mandiri.
Yunus menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi digital organisasi.
“Yang kami bangun bukan hanya websitenya, tetapi juga manusianya. Karena teknologi akan berjalan baik jika ada SDM yang mampu mengelola dan merawatnya,” pungkasnya. (*)

