MADIUN, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menggelar pelatihan pengelolaan media sosial bagi perangkat desa se-Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Kamis (21/5). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sawahan itu mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Pelatihan bertajuk “Pengelolaan Media Sosial untuk Komunikasi Publik Digital Pemerintah Desa di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun” tersebut diikuti pengelola media sosial resmi pemerintah desa di wilayah Kecamatan Sawahan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMJT Tahun Akademik 2026/2027. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam mengelola media sosial secara strategis, konsisten, dan sesuai kebutuhan publik.
Materi yang diberikan meliputi penyusunan content pillar dan content planning, teknik copywriting media sosial, hingga evaluasi percakapan digital. Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Asosiasi Media Digital Komunikasi Kreatif (AMIKRAF), Fajar Junaedi, yang juga merupakan tim pengembang UMJT.
Sekretaris Kecamatan Sawahan, Djangkung Prawoto, mengapresiasi langkah UMJT dalam mendukung penguatan komunikasi publik desa melalui media sosial.
“Media sosial kini menjadi etalase informasi desa yang paling efektif. Program desa, transparansi anggaran, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat disampaikan secara cepat kepada warga. Pelatihan ini sangat relevan karena membantu pengelola media desa menyusun konten yang terstruktur, kredibel, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan media sosial yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Selama pelatihan, peserta dibekali pengetahuan praktis mengenai penyusunan pilar konten berdasarkan visi dan misi desa, termasuk perencanaan konten jangka pendek maupun menengah. Para peserta juga aktif berdiskusi terkait tantangan pengelolaan media sosial pemerintah desa di era digital.
Untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata, UMJT juga membuka program pendampingan pascapelatihan bagi peserta. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas konten media sosial resmi desa secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, UMJT merupakan hasil transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). Kampus ini kini terus mengembangkan program studi prospektif, termasuk kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dapat menjadi peluang bagi perangkat desa, pengelola BUMDes, hingga karang taruna untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan formal. (*)
