32.6 C
Jakarta

Sarasehan KSTI 2026, Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Ketahanan Energi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan riset, inovasi, dan sumber daya manusia unggul. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang menempatkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan strategis nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/6). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.600 peserta yang terdiri atas rektor, dekan, guru besar, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.

Pada sesi Sarasehan bidang energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memaparkan berbagai tantangan dan strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Menteri Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan peningkatan produksi migas, tingginya kebutuhan energi nasional, serta ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas energi. Pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan lifting migas, penguatan bauran energi nasional, pengamanan cadangan energi, pengembangan energi alternatif, serta hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

“Hari ini saya merasa berbahagia bisa melakukan dialog terbuka dengan rektor, profesor, dekan, kaum-kaum intelektual. Saya senang karena kita sedang melakukan diskusi terhadap kebijakan negara di sektor ESDM oleh orang-orang yang luar biasa,” ujar Menteri ESDM.

Sarasehan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif dan menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai tantangan serta strategi penguatan ketahanan energi nasional. Melalui forum tersebut, pemerintah dan perguruan tinggi didorong untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan berbagai agenda strategis nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa berbagai agenda penguatan ketahanan energi nasional memerlukan dukungan riset, inovasi, dan sumber daya manusia unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Menteri Brian menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi, para pemikir, dan para peneliti menjadi penting untuk mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan melalui penguatan teknologi dan riset.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri diharapkan semakin memperkuat pengembangan talenta, penguatan riset, serta lahirnya inovasi yang mendukung ketahanan energi dan kemajuan Indonesia berbasis sains dan teknologi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!