32.6 C
Jakarta

Rosan Dorong Investasi Berbasis Riset dan Sektor Produktif pada KSTI 2026

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menegaskan pentingnya memperluas investasi ke sektor-sektor produktif di luar mineral. Hal tersebut disampoaikan Rosan di sela forum KSTI 2026 yang berlangsung di JCC pada Sabtu (27/6/2026).

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk mendorong investasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Rosan mengatakan bahwa forum KSTI menjadi kesempatan baginya untuk berbagi pandangan mengenai perkembangan investasi di Indonesia sekaligus menyerap masukan dari kalangan akademisi. Menurutnya, antusiasme peserta terhadap pembahasan investasi sangat baik karena sektor tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Rosan mengungkapkan bahwa investasi di berbagai sektor terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut kontribusi investasi dari sejumlah bidang telah meningkat dari sekitar 22 persen menjadi 30 persen terhadap total Foreign Direct Investment (FDI) yang masuk ke Indonesia. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia terus meningkat.

Meski demikian, Rosan menilai investasi tidak boleh hanya terpusat pada sektor mineral. Sesuai arahan Presiden, pemerintah berupaya mendorong investasi ke sektor perikanan, kelautan, perkebunan, dan pertanian yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sebagai contoh, ia menyebut investasi pada komoditas kelapa sawit dan kelapa mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Walaupun nilai investasinya masih lebih kecil dibandingkan investasi di sektor mineral, yakni sekitar 100 juta dolar AS, investasi tersebut mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja, sehingga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan pekerjaan.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan peluang investasi di sektor rumput laut dan berbagai komoditas lainnya. Menurut Rosan, pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Pada kesempatan itu, Rosan juga mengajak perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas investasi melalui riset dan inovasi. Ia berharap para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dapat memberikan masukan agar kebijakan investasi menjadi lebih efektif, efisien, dan produktif.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama dunia industri. Oleh karena itu, Danantara membuka peluang kolaborasi dengan berbagai universitas agar hasil riset tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dikomersialisasikan dan dimanfaatkan secara luas.

Melalui sinergi tersebut, Rosan berharap ekosistem inovasi nasional semakin kuat dan mampu mendorong investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!