24.5 C
Jakarta

Sejumlah Negara Anggota OKI Tertarik Belajar Program JKN

Must read

Legislator PKS Anis Byarwati Jabat Wakil Ketua BAKN DPR RI

JAKARTA, MENARA62.COM - Bertepatan dengan hari Perempuan Internasional,  Dr Anis Byarwati dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F PKS) - Komisi XI,  ditetapkan oleh Wakil...

Vaksinasi Covid-19 di Kemendikbud Sasar 8.750 Pegawai

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai melakukan vaksinasi bagi pegawai pada satuan kerja pusat, Senin (8/3/2021). Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-13)

Tidak Baik Terlalu Banyak Tanya. MALU bertanya sesat di jalan. Sering kita dengar pepatah ini dalam pelajaran bahasa Indonesia. Yang secara sederhana dapat kita tangkap...

Bupati Sleman Sosialisasikan Pemilihan Lurah Serentak Secara Elektronik 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan pengarahan umum terkait Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021, Selasa (8/3), di Pendopo Parasamya...

JAKARTA, MENARA62.COM – Sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan ketertarikan untuk belajar dari keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Negara-negara tersebut antara lain Malaysia, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Maladewa dan Somalia.

Usai Diskusi Panel mengenai Universal Health Coverage/UHC (Cakupan Kesehatan Semesta) pada Konferensi Menteri Kesehatan (Menkes) OKI di Abu Dhabi, tanggal 16 Desember 2020 para Menkes negara-negara tersebut menyampaikan langsung kepada Menkes RI, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), RI, keinginannya belajar dari keberhasilan program JKN.

Menkes Terawan dalam paparannya sebagai Panelis pada Diskusi Panel UHC, telah menjelaskan keberhasilan Indonesia mengembangkan JKN sejak tahun 2014. Meskipun ditegaskan bahwa UHC adalah cakupan pelayanan kesehatan namun dari segi kepesertaan, JKN telah mencapai keberhasilan dengan peserta mencapai 222 juta atau 83,5% dari total populasi Indonesia dan menurunkan Out of Pay (OOP) dari 54,8% menjadi 31,8%.

Lebih lanjut Menkes RI menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaan JKN untuk mencapai UHC melalui peningkatan kepesertaan, peningkatan manajemen pengelolaan dan kesinambungan.

“Pemerintah Indonesia juga mengembangkan strategi-strategi baru untuk mengatasi defisit keuangan yang dialami BPJS Kesehatan,” kata Menkes Terawan dalam siaran persnya, Rabu (18/12/2019).

Berbagai upaya tersebut antara lain memperkuat tata kelola dan akuntabilitas anggaran, diversifikasi sumber anggaran JKN, termasuk dari pilantropi dan yayasan amal, pengembangan insentif untuk intervensi kesehatan yang efektif dan efisien serta mengembangkan strategi pendidikan dan regulasi dan rekrutmen tenaga kesehatan khususnya untuk di daerah terluar, terpencil dan tertinggal.

Menkes RI menyambut baik keinginan negara-negara OKI tersebut dan menegaskan siap membantu untuk proses pembelajaran dimaksud. Menkes RI mempersilakan negara-negara lain untuk menerapkan hal-hal yang baik dan positif dari perkembangan JKN di Indonesia karena Pemerintah Indonesia masih terus mereformasi penyelenggaraan JKN, khususnya dalam mengatasi defisit keuangan BPJS.

Para Penelis yang mewakili negara-negara Palestina, Sudan, Pakistan, Afghanistan dan Sudan secara umum menekankannya pentingnya pencapaian UHC sebagai fondasi penting untuk tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030.

Para Panelis juga mendorong upaya peningkatan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional, penguatan pusat pelayanan kesehatan dasar serta akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Para Panelis mengapresiasi komitmen politik para Kepala Negara/Pemerintahan pada High-Level Meeting on UHC Sidang Majelis Umum PBB bulan September 2019 untuk meningkatkan kerja sama antar negara dan mitra internasional mendukung suksesnya UHC.

Menkes RI bersama para Menkes negara-negara anggota OKI menghadiri Konferensi Menteri Kesehatan OKI yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali dan kali ini diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada tanggal 16-17 Desember 2019. Konferensi dihadiri 57 negara anggota OKI dan membahas tema “Quality of Life”.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Legislator PKS Anis Byarwati Jabat Wakil Ketua BAKN DPR RI

JAKARTA, MENARA62.COM - Bertepatan dengan hari Perempuan Internasional,  Dr Anis Byarwati dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F PKS) - Komisi XI,  ditetapkan oleh Wakil...

Vaksinasi Covid-19 di Kemendikbud Sasar 8.750 Pegawai

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai melakukan vaksinasi bagi pegawai pada satuan kerja pusat, Senin (8/3/2021). Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-13)

Tidak Baik Terlalu Banyak Tanya. MALU bertanya sesat di jalan. Sering kita dengar pepatah ini dalam pelajaran bahasa Indonesia. Yang secara sederhana dapat kita tangkap...

Bupati Sleman Sosialisasikan Pemilihan Lurah Serentak Secara Elektronik 2021

SLEMAN, MENARA62.COM - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan pengarahan umum terkait Pemilihan Lurah Serentak secara elektronik Tahun 2021, Selasa (8/3), di Pendopo Parasamya...

Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis Manfaatkan Reses untuk Jaring Aspirasi Warga

BANTUL, MENARA62.COM - Sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Badan Musyawarah DPRD Bantul, 5-7 Maret adalah waktu bagi seluruh anggota DPRD untuk melakukan reses...