JAKARTA, MENARA62.COM – Transformasi nasional menuju Indonesia Maju 2045 membutuhkan kontribusi yang semakin kuat dari perguruan tinggi melalui pengembangan sumber daya manusia unggul, riset, inovasi, serta penyusunan kajian berbasis ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Pada hari kedua penyelenggaraan, Sabtu (27/6), Sarasehan sesi ke-5 mengangkat tema Transformasi BUMN dengan menghadirkan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, guru besar, akademisi, dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam paparannya, Kepala BP BUMN menjelaskan bahwa transformasi nasional menuju Indonesia Maju 2045 memerlukan penguatan empat aspek utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan sumber daya manusia, dan kemandirian ekonomi. Menurut Kepala BP BUMN, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan daya saing bangsa di masa depan.
Keterkaitan tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu mitra strategis dalam menyiapkan talenta unggul, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa transformasi BUMN membuka ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, riset, dan kajian akademik. Perguruan tinggi melalui para guru besar dan akademisi memiliki kapasitas untuk menghadirkan masukan dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan dalam mendukung penguatan BUMN maupun berbagai sektor strategis lainnya.
Selain menyoroti pentingnya pengembangan talenta, Kepala BP BUMN, Dony juga menekankan perlunya memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui riset dan kajian akademik. Kolaborasi dengan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar hasil riset dan kepakaran akademik dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses transformasi BUMN.
“Saya butuh konsultan, tapi saya maunya dilakukan oleh lokal. Saya maunya universitas yang melakukan proses ini. Konsultannya kalau bisa saya minta universitas yang melakukan research dan lain sebagainya,” ujar Kepala BP BUMN, Dony.
Peluang tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi melalui riset terapan, penyusunan kajian strategis, serta pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam proses transformasi BUMN.
Dalam sesi diskusi, Kepala BP BUMN juga menyampaikan bahwa BUMN terbuka memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program magang mahasiswa, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya.
“BUMN sangat terbuka untuk internship bagi seluruh anak-anak kita,” kata Kepala BP BUMN.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, serta pembangunan nasional.
Menutup rangkaian Sarasehan 5, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa transformasi nasional membutuhkan kontribusi aktif perguruan tinggi sebagai penghasil solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 menjadi salah satu wujud penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan lembaga riset dalam mendukung implementasi Diktisaintek Berdampak. Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan dalam menghasilkan talenta unggul, riset yang aplikatif, inovasi yang bermanfaat, serta rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

