32.3 C
Jakarta

Pustakawan UMS Kenalkan Program IMAM di Malaysia

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat kiprah internasional melalui studi banding ke Malaysia bersama Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Tengah pada 26–29 Juli 2026. Dalam agenda tersebut, pustakawan UMS mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi Program IMAM (Ilmu Manfaat Amal Memberi) di University Malaya, salah satu perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara.

 

Kegiatan ini menjadi ajang memperluas jejaring internasional sekaligus berbagi praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan digital dengan institusi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.

 

Rombongan FPPTI Jawa Tengah mengunjungi tiga institusi perpustakaan terkemuka di Malaysia, yakni Perpustakaan Tun Seri Lanang Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Perpustakaan Universiti Malaya (UM), serta Persatuan Pustakawan Malaysia (PPM) yang berlokasi di Perpustakaan Kuala Lumpur.

 

UMS mengirimkan dua delegasi yang turut berpartisipasi dalam sesi presentasi dan sharing session di University Malaya. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai inovasi layanan perpustakaan, transformasi digital, hingga pengembangan kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.

 

Kesempatan tersebut sekaligus menunjukkan kapasitas pustakawan UMS dalam berbagi pengalaman dan inovasi pengelolaan perpustakaan di tingkat internasional.

 

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., mewakili UMS memaparkan materi berjudul “Knowledge Sharing melalui Program IMAM Perpustakaan UMS”. Program itu merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang diwujudkan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat), pendampingan sertifikasi, pendampingan akreditasi, hingga pengembangan UMS Library Corner.

 

Menurut Husnun, Program Ilmu Manfaat Amal Memberi (IMAM) dirancang agar perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi bagi sivitas akademika, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

 

“Tujuan dari program Ilmu Manfaat Amal Memberi (IMAM) ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang humanis (memanusiakan manusia), liberasi (memerdekakan manusia dari kebodohan), dan transendensi (dalam rangka ibadah dan mencari keridhaan Allah SWT). Program IMAM dirancang agar keberadaan perpustakaan tidak hanya bermanfaat bagi sivitas akademika, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

 

Ia menegaskan bahwa inovasi perpustakaan perguruan tinggi harus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat, sehingga manfaatnya tidak berhenti di lingkungan kampus.

 

“Inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika saja, namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Alhamdulillah, inovasi perpustakaan UMS berdampak positif kepada masyarakat sekitar,” katanya.

 

Selain menjadi sarana berbagi praktik baik, studi banding tersebut juga merupakan langkah strategis UMS dalam memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui pengembangan jejaring dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN.

 

Partisipasi aktif dalam forum lintas negara ini semakin menegaskan komitmen Perpustakaan UMS untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem perpustakaan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Husnun berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan mampu mendorong lahirnya inovasi layanan perpustakaan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

 

“Melalui pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan, kami berharap dapat terus menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan perkembangan zaman, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing perpustakaan di tingkat global,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!