SOLO, MENARA62.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mendorong perguruan tinggi memperkuat talenta akademik melalui inovasi teknologi dan hilirisasi riset agar mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Harun saat menjadi narasumber dalam Workshop Bina Talenta bertajuk “Penguatan Talenta Akademik melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Riset untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Purworejo” yang digelar Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (IBISA) Purworejo, Kamis (6/8/2026).
Forum yang berlangsung di Ballroom IBISA Purworejo itu juga menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo, M.M.IR., perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Pandji Cepi, serta Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo, Ns. Sarwoko, M.Kep.
Dalam paparannya, Harun yang juga menjabat sebagai Rektor BIM University mengangkat tema Peta Jalan Menuju Peneliti Unggul. Ia menekankan pentingnya transformasi paradigma akademik agar perguruan tinggi mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengadopsi paradigma Pendidikan Tinggi Berdampak (Impactful), Meningkat (Increase), dan Berkelanjutan (Sustainable) sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.
“Jika IBISA ingin menjadi institusi yang unggul, strategi terpentingnya adalah berlari cepat secara berjamaah. Jangan berlari cepat sendiri-sendiri secara individual. Akselerasi kampus hanya bisa dicapai melalui tradisi teamwork, sinergi lintas disiplin, dan kebersamaan,” tegas Harun.
Ia menjelaskan, konsep impactful berarti riset dan pembelajaran harus memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara increase mencerminkan peningkatan kualitas akademik, publikasi ilmiah, serta daya saing institusi secara berkelanjutan.
Adapun sustainable dimaknai sebagai kemampuan perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan lintas generasi, tidak berhenti hanya pada satu periode penelitian.
Harun juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki karakter Faster, Better, dan Cheaper. Faster berarti mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan teknologi digital, Better berarti menghasilkan karya dan etos kerja berkualitas tinggi, sedangkan Cheaper mengacu pada kemampuan bekerja secara efisien tanpa mengurangi mutu hasil.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep Talent Holistik yang mencakup tiga kompetensi utama, yaitu life skill, social skill, dan professional skill. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo mengajak mahasiswa IBISA terus meningkatkan kualitas diri karena mereka akan menjadi generasi yang menentukan masa depan Kabupaten Purworejo.
“Kalianlah yang akan membangun Kota Purworejo ini. Banyak putra-putri Purworejo yang mampu berkiprah di tingkat nasional. Itu membuktikan bahwa kalian memiliki potensi besar untuk bersaing dan memimpin,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IBISA Purworejo, Nurma Ika Zuliyanti, menyampaikan apresiasi kepada Bramantyo Suwondo atas dukungannya dalam memperjuangkan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sehingga semakin banyak mahasiswa IBISA memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
Perwakilan Kemdiktisaintek RI, Pandji Cepi, menekankan bahwa riset di perguruan tinggi harus berorientasi pada hilirisasi dan pemecahan persoalan nyata di masyarakat. Menurutnya, hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia industri dan pembangunan.
Paparan ditutup oleh Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo, Ns. Sarwoko, M.Kep., yang mengajak civitas akademika IBISA mengembangkan problem-based research dengan mengangkat potensi lokal dan isu strategis di Kabupaten Purworejo. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi akademik yang aplikatif sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum ini, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan legislatif diharapkan semakin memperkuat ekosistem riset nasional yang inovatif, berdampak, serta mampu melahirkan talenta akademik unggul untuk mendukung pembangunan daerah dan daya saing Indonesia. (*)
