29.5 C
Jakarta

Workshop SPMB Majelis Dikdasmen PNF Bali 2026: Perkuat Strategi dan Budaya Mutu Sekolah Muhammadiyah

Baca Juga:

Tabanan, Menara62.com. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali menggelar Workshop Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah Muhammadiyah se-Bali, panitia SPMB, serta jajaran Majelis Dikdasmen PNF PDM se-Bali.

Workshop ini menjadi momentum strategis bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Bali untuk mempersiapkan pelaksanaan SPMB secara lebih terencana, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Selain membahas strategi menghadapi proses penerimaan murid baru, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun keunggulan sekolah secara berkelanjutan.

Hadir sebagai pemateri, Kepala SD Muhammadiyah 2 Denpasar bapak Parhan, S.Pd dan Kepala SD Muhammadiyah 3 Denpasar ibu Emma Rosada, S.Pd.,M.Pd. Keduanya berbagi pengalaman dan strategi praktis dalam menghadapi SPMB, termasuk berbagai kiat untuk menarik minat calon peserta didik, membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi sekolah dalam menghadapi persaingan pendidikan yang semakin dinamis.

Tidak hanya berbicara tentang teknis SPMB, pemateri workshop juga menyoroti pentingnya membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Budaya mutu tidak cukup hanya diwujudkan dalam program atau slogan, tetapi harus dibangun menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Dari kebiasaan tersebut, diharapkan lahir karakter dan keunggulan sekolah yang pada akhirnya menjadi brand image yang kuat di tengah masyarakat.

Dengan brand image yang positif dan didukung oleh mutu layanan pendidikan yang konsisten, sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membawa sekolah menuju perkembangan dan kemajuan yang lebih baik.

Dalam sambutan pembukaan, Dr. Majid Wajdi, yang mewakili Ketua PWM Bali, mengajak seluruh peserta untuk senantiasa membangun inovasi dan komunikasi yang efektif dengan seluruh komponen pendidikan, khususnya Majelis Dikdasmen PNF. Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam upaya memajukan serta mengembangkan sekolah Muhammadiyah, terutama dalam menghadapi momentum SPMB.

“Sekolah harus terus berinovasi dan membangun komunikasi yang efektif dengan semua komponen, khususnya Dikdasmen. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, berbagai potensi sekolah dapat dikembangkan untuk menghadapi SPMB sekaligus memajukan sekolah,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Dikdasmen ‘Aisyiyah Bali, Ketua PDM Tabanan, Ketua Dikdasmen PDM Tabanan, serta jajaran pimpinan dan pengelola pendidikan Muhammadiyah lainnya.

Workshop SPMB 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan strategi penerimaan murid baru semata, tetapi menjadi langkah bersama untuk membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang semakin adaptif, unggul, dan berkemajuan. Melalui sinergi antara PWM, PDM, majelis, kepala sekolah, guru, dan panitia SPMB, sekolah Muhammadiyah se-Bali diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu sekaligus memiliki daya tarik dan kepercayaan yang semakin kuat di masyarakat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!