34.4 C
Jakarta

Lima Pesan Haedar Nashir untuk Sekolah Muhammadiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, Dr. HM Rusmanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Gr., menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai arah pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan.

 

Lima pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Refreshing Ideologi: Meneguhkan Nilai AIK, Merekatkan Kebersamaan GTK yang digelar di Aula SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, Sabtu (22/8/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti 70 guru dan tenaga kependidikan (GTK). Momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen warga sekolah dalam mengembangkan pendidikan Muhammadiyah yang profesional, berkarakter, dan berlandaskan ideologi Islam Berkemajuan.

 

Rusmanto menegaskan, kemajuan sekolah Muhammadiyah tidak cukup diukur dari pertumbuhan jumlah peserta didik, kelengkapan fasilitas, maupun capaian prestasi.

 

Menurut dia, perkembangan tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), pembentukan karakter, serta penguatan ideologi Muhammadiyah.

 

1. Pengelolaan Sekolah Harus Profesional

 

Pesan pertama adalah pentingnya transformasi pengelolaan AUM secara modern dan profesional.

 

Sekolah Muhammadiyah dituntut menerapkan tata kelola yang transparan, akuntabel, berorientasi pada mutu, serta terus melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement.

 

Profesionalisme, kata Rusmanto, bukan berarti menjauh dari nilai-nilai Persyarikatan. Sebaliknya, pengelolaan profesional menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.

 

2. Pendidikan Harus Membentuk Karakter Holistik

 

Pesan kedua berkaitan dengan penguatan karakter secara menyeluruh.

 

Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Peserta didik harus dibentuk menjadi pribadi yang cerdas sekaligus beriman, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, peduli, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

 

Karena itu, pendidikan karakter perlu dihadirkan dalam seluruh ekosistem sekolah. Mulai dari pembelajaran, pembiasaan ibadah, keteladanan guru, budaya sekolah, hingga interaksi sehari-hari.

 

3. AIK Harus Menjadi Ruh Pendidikan

 

Pesan ketiga adalah memperkuat ideologi Islam Berkemajuan melalui nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

 

Menurut Rusmanto, AIK tidak semestinya berhenti sebagai mata pelajaran. Nilai-nilainya harus menjadi living values yang tercermin dalam cara berpikir, bersikap, bekerja, melayani, dan mengambil keputusan.

 

“Sekolah Muhammadiyah harus maju dalam prestasi dan teknologi, tetapi pada saat yang sama harus semakin kokoh identitas dan ideologinya. Kemajuan tanpa nilai akan kehilangan arah,” tegasnya.

 

4. GTK Harus Terus Mengembangkan Kompetensi

 

Pesan keempat menyangkut pembangunan SDM berkualitas dan berkemajuan.

 

Guru dan tenaga kependidikan menjadi kekuatan utama sekolah. Karena itu, peningkatan kompetensi, kreativitas, profesionalisme, kedisiplinan, dan budaya belajar sepanjang hayat harus terus dilakukan.

 

GTK Muhammadiyah juga dituntut memiliki integritas dan keteladanan. Guru bukan sekadar bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi pendidik sekaligus teladan nilai-nilai Islam bagi peserta didik.

 

5. Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

 

Pesan kelima adalah memperkuat kemitraan dan kolaborasi.

 

Rusmanto menilai kemajuan sekolah tidak dapat dibangun sendirian. Diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis.

 

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperluas manfaat sekolah bagi masyarakat.

 

Ideologi Kokoh, Sekolah Semakin Maju

 

Rusmanto menegaskan lima pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh GTK SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta agar pertumbuhan sekolah selalu diikuti peningkatan kualitas dan penguatan ideologi.

 

“Mari jadikan ideologi sebagai fondasi, profesionalisme sebagai kekuatan, karakter sebagai identitas, dan kebersamaan sebagai energi untuk mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

 

SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta berkomitmen melanjutkan transformasi pendidikan dengan mengintegrasikan mutu akademik, karakter Islami, profesionalisme, inovasi, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan.

 

Dengan fondasi tersebut, sekolah yang dikenal sebagai The Favourite School itu menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh menjadi sekolah Islami, berprestasi, berkarakter, dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!