MAKASSAR, MENARA62.COM — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr. Amirsyah Tambunan, mengajak seluruh peserta Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sulawesi Selatan menjadikan MUI sebagai rumah besar umat Islam yang mampu memperkuat persatuan, ukhuwah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Mengawali sambutannya, Buya Amirsyah menyampaikan dua buah pantun:
Pergi ke Makassar membeli pita,
Jangan lupa membeli sukun.
Selamat datang para ulama kita,
Di arena Musda IX MUI kita akur rukun.
Buah lontar manis rasanya,
Tumbuh subur di tanah Makassar.
Ulama dan umara satukan visi dan misinya,
Merajut ukhuwah agar umat bersatu dan makin tegar.
Musda IX MUI Sulawesi Selatan merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi untuk mengevaluasi dan merumuskan program kerja, sekaligus mengambil keputusan terkait kepemimpinan MUI Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Buya Amirsyah menekankan pentingnya memperkuat barisan MUI sebagai rumah besar umat Islam, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi umat dan bangsa.
Menurutnya, jika umat merasa memiliki MUI, maka kepemimpinan MUI juga harus mencerminkan representasi berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan organisasi Islam lainnya.
“Karena itu, ormas-ormas Islam harus menjadi representasi dalam kepemimpinan MUI,” ujarnya.
Buya Amirsyah mencontohkan kepemimpinan di MUI Pusat yang saat ini dipimpin Ketua Umum KH Anwar Iskandar dari NU, sementara posisi Sekretaris Jenderal diemban dari Muhammadiyah.
Menurutnya, komposisi tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah.
“Trilogi ukhuwah ini bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi bukti nyata dalam mengimplementasikan visi dan misi MUI,” tegasnya.
Ia mengibaratkan semangat berbagi dalam kepemimpinan dengan prinsip matematika. Menurutnya, selain cerdas dalam mengalikan dan menambahkan, MUI juga harus mampu membagi dan berbagi.
“Kalau kita cerdas mengali dan menambah, maka kita juga harus cerdas membagi. Sebaliknya, jika tidak mau berbagi dalam bentuk kepemimpinan MUI, maka ukhuwah dan trilogi ukhuwah masih berada pada tataran simbolis,” jelasnya.
Buya Amirsyah berharap hasil Musda IX MUI Sulawesi Selatan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu mencerminkan kebersamaan dan kekompakan. Kepemimpinan tersebut diharapkan dapat menjadi teladan atau qudwah hasanah dalam menjalankan fungsi sebagai pelayan umat (khodimul ummah) serta menjadi mitra pemerintah (shodiqul hukumah).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pesan yang disampaikan Sekjen MUI Buya Amirsyah.
Menurutnya, MUI sebagai tenda besar umat Islam harus mampu menjaga kekompakan dan persatuan, terutama dalam mendukung kebijakan pemerintah yang sejalan dengan kepentingan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan berbagai program pembangunan, seperti perluasan dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian, serta penyediaan berbagai sarana pendukung lainnya. Program tersebut, kata dia, juga sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. KH Najamuddin Abd Safa, menegaskan bahwa MUI merupakan organisasi umat yang membutuhkan kekompakan seluruh unsur di dalamnya.
“Penting untuk kita semua menjaga kekompakan MUI,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan MUI Sulawesi Selatan ke depan mampu menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat ukhuwah lintas organisasi Islam.
Najamuddin juga menganalogikan simbol perahu yang menjadi bagian dari identitas Musda IX MUI Sulsel sebagai gambaran perjalanan organisasi.
“Sebuah perahu yang berlayar menghadapi ombak membutuhkan kekompakan antara nakhoda dan seluruh penumpang agar dapat mencapai tujuan,” tandasnya.

