SOLO, MENARA62.COM — Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kota Surakarta menggelar Pelatihan Jaya Melati 1, Sabtu (22/8/2026), di Aula Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi calon pelatih HW sekaligus mempersiapkan kader yang mampu menjalankan pembinaan kepanduan di tingkat qobilah.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Tengah, M Dzikron. Dalam kegiatan itu, Dzikron menyampaikan materi mengenai “Seragam dan Atribut HW”.
Menurut Dzikron, pelaksanaan Jaya Melati 1 mendapat apresiasi dari Kwarwil HW Jawa Tengah karena menjadi salah satu tahapan penting dalam peningkatan kapasitas pelatih.
“Alhamdulillah pada kesempatan hari ini kita melaksanakan kegiatan Pelatihan Jaya Melati 1 di Kwarda HW Solo Surakarta,” ujar Dzikron seusai acara.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan tahap pertama yang akan dilanjutkan dengan Jaya Melati 1 pada bulan berikutnya. Tahap lanjutan itu rencananya dilaksanakan di Kampung Karet.
Dzikron menegaskan, Jaya Melati 1 menjadi syarat bagi peserta yang hendak melanjutkan ke jenjang pelatihan berikutnya. Peserta yang menyelesaikan tahapan pelatihan diharapkan memiliki kompetensi yang memadai untuk menjadi pelatih resmi di lingkungan qobilah.
“Ini merupakan syarat kenaikan tingkat bagi para pelatih yang ke depan akan diberikan sebuah sertifikat,” katanya.
Sertifikat tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari pengakuan bahwa peserta telah mengikuti proses pelatihan dan memiliki bekal untuk melatih secara resmi di qobilah.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan Jaya Melati juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas para pelatih agar mampu mengembangkan pembinaan kepanduan secara berkelanjutan.
Dzikron berharap para peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan Jaya Melati 1. Mereka didorong untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai bekal mengikuti Jaya Melati 2.
“Jaya Melati 2 tidak bisa diikuti tanpa mengikuti Pelatihan Jaya Melati 1,” tegasnya.
Ia menilai kesinambungan jenjang pelatihan tersebut penting untuk memastikan kader pelatih HW memiliki kompetensi yang bertahap dan terukur.
Pelatihan Jaya Melati 1 di Kota Surakarta sekaligus menunjukkan komitmen HW dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak pembinaan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.
Menutup keterangannya, Dzikron menyampaikan pesan kepada para peserta agar menjadikan proses pelatihan sebagai bekal untuk mengabdikan diri melalui kepanduan.
“Berlatih pandu, besok akan memandu. Fastabiqul khairat,” pungkasnya. (*)
