31.1 C
Jakarta

SUMU Bekasi Raya Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Baca Juga:

BEKASI, MENARA62.COM — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bekasi Raya mendorong pelaku usaha memperkuat jejaring bisnis di tingkat lokal sekaligus mulai membidik pasar global. Pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas akses pasar di tengah perubahan lanskap bisnis yang semakin cepat.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sharing Bisnis SUMU Bekasi Raya bertajuk “Menguatkan Jejaring Lokal, Mengakselerasi Pasar Global” di Sambal Wiwitan Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (25/8/2026).

 

Kegiatan menghadirkan sejumlah praktisi dan tokoh yang berpengalaman dalam pengembangan usaha, UMKM, kemitraan strategis, dan konstruksi. Mereka yakni Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim, Ketua LP UMKM PDM Kabupaten Bekasi M. Fachruddin, ST, Direktur Strategic Partnership Rayspeed Asia Ricky Rizky, serta Direktur Utama Shaqueena Construction Khotibul Umam, S.Pd., M.M.

 

Jejaring Jadi Aset Strategis Bisnis

 

Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim mengatakan, ekosistem usaha tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha tidak hanya ditentukan kemampuan menghasilkan dan mengembangkan produk, tetapi juga kemampuan membangun jaringan serta menciptakan kolaborasi.

 

“Pelaku usaha harus mulai melihat jejaring bukan sekadar sebagai hubungan pertemanan, tetapi sebagai aset bisnis. Ketika pelaku usaha saling terhubung, peluang untuk berbagi pasar, pengetahuan, sumber daya, hingga membuka kerja sama baru akan semakin besar,” ujar Ghufron.

 

Ia menegaskan, SUMU memiliki posisi strategis sebagai ruang pertemuan bagi pelaku usaha dari berbagai sektor. Melalui jejaring tersebut, para pengusaha diharapkan dapat saling memperkuat dan membuka peluang bisnis baru.

 

“Kita ingin SUMU menjadi rumah bersama bagi para pengusaha untuk tumbuh. Dari jejaring lokal inilah kita membangun kekuatan yang lebih besar, sehingga pelaku usaha tidak hanya kuat di daerahnya, tetapi memiliki keberanian dan kapasitas untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,” katanya.

 

UMKM Diminta Naik Kelas

 

Ketua LP UMKM PDM Kabupaten Bekasi M. Fachruddin menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

 

Ia menilai tantangan UMKM saat ini bukan sekadar menghasilkan produk berkualitas, melainkan membangun tata kelola bisnis yang profesional.

 

“UMKM harus mulai naik kelas. Produk yang baik harus didukung dengan manajemen yang baik, pencatatan keuangan yang tertib, legalitas, penguatan merek, serta strategi pemasaran yang tepat. Tanpa fondasi tersebut, akan sulit bagi usaha untuk berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Fachruddin.

 

Menurut dia, forum seperti Sharing Bisnis SUMU dapat menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pengetahuan sekaligus menemukan mitra usaha.

 

Ia berharap pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi mampu memperluas orientasi bisnis sehingga tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi menghasilkan produk yang memiliki daya saing lebih luas.

 

“Kolaborasi antarpelaku usaha menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.

 

Kemitraan Percepat Ekspansi Bisnis

 

Dari sisi kemitraan, Direktur Strategic Partnership Rayspeed Asia Ricky Rizky mengatakan ekspansi bisnis membutuhkan strategi kolaborasi yang tepat.

 

Menurutnya, membangun bisnis dalam skala lebih besar tidak selalu harus dilakukan seorang diri. Kemitraan strategis dapat mempercepat ekspansi karena setiap pihak membawa kekuatan dan sumber daya yang berbeda.

 

“Ketika ingin masuk ke pasar yang lebih besar, kita membutuhkan partner yang tepat. Kemitraan strategis dapat mempercepat proses ekspansi karena masing-masing pihak membawa kekuatan, jaringan, pengalaman, dan sumber daya yang berbeda,” jelas Ricky.

 

Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang pasar digital dan internasional. Perkembangan teknologi membuat batas geografis semakin tidak menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk.

 

“Pasar hari ini sudah tidak lagi dibatasi oleh lokasi. Dengan teknologi digital, produk dari Bekasi pun memiliki peluang untuk dikenal di luar daerah bahkan luar negeri. Yang penting adalah kesiapan produknya, strategi masuk pasarnya, serta kemampuan membangun partnership,” tuturnya.

 

Ide Bisnis Harus Dieksekusi

 

Direktur Utama Shaqueena Construction Khotibul Umam menekankan pentingnya konsistensi dan keberanian dalam mengeksekusi peluang bisnis.

 

Menurutnya, gagasan bisnis yang baik tidak akan menghasilkan dampak apabila tidak diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Pelaku usaha perlu memiliki keberanian mengambil keputusan, mengelola risiko, dan menjaga kualitas.

 

“Dalam bisnis, ide saja tidak cukup. Kita membutuhkan keberanian untuk mengeksekusi, kemampuan mengelola risiko, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Peluang akan menjadi hasil ketika kita mampu mengubahnya menjadi tindakan,” ujar Khotibul.

 

Ia menilai forum berbagi pengalaman antarpelaku usaha juga penting untuk memperluas perspektif dan membuka peluang kolaborasi.

 

“Setiap pengusaha memiliki pengalaman dan tantangan yang berbeda. Ketika pengalaman tersebut dibagikan, kita bisa saling belajar dan menghindari kesalahan yang sama. Dari sinilah kolaborasi dapat tumbuh menjadi sesuatu yang lebih konkret,” katanya.

 

Kegiatan Sharing Bisnis SUMU Bekasi Raya akhirnya tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum mempertemukan berbagai potensi usaha dalam satu ekosistem.

 

Semangat “Menguatkan Jejaring Lokal, Mengakselerasi Pasar Global” menjadi dorongan bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Penguatan teknologi digital, kualitas produk, merek, tata kelola, serta kemitraan strategis menjadi modal penting agar bisnis lokal mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!