YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali meneguhkan komitmennya dalam menerapkan standar mutu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik).
Kegiatan yang digelar pada 19-20 Agustus tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) dengan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UNIMMA. Acara berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta.
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 40 dosen dan 40 tenaga kependidikan. Baitul Arqam dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai AIK, tetapi juga menjadi ruang membangun kebersamaan dan sinergi antarpegawai UNIMMA.
Kepala Divisi Pembinaan AIK Struktural dan Pegawai LP2SI UNIMMA, Dr. Nasitotul Janah, S.Ag., M.S.I., mengatakan Baitul Arqam tidak semata-mata menjadi agenda rutin institusi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang dengan nuansa kekeluargaan agar peserta dapat menyegarkan kembali pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Baitul Arqam ini bukan sekadar formalitas atau kegiatan rutinan. Kami mendesain kegiatan ini dengan nuansa kekeluargaan agar menjadi ruang untuk mengecas kembali nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara dosen dan tendik sehingga tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam memajukan UNIMMA.
Sementara itu, Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menegaskan Baitul Arqam memiliki peran penting dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi karakter khas perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pencerahan sekaligus penyegaran bagi seluruh peserta, khususnya bagi pegawai yang baru bergabung dengan UNIMMA.
“Bagi yang baru bergabung di UNIMMA, inilah kesempatan untuk lebih mengenal Muhammadiyah beserta nilai-nilai yang menjadi dasar geraknya,” kata Lilik.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diinternalisasikan dalam setiap proses pembelajaran maupun pelayanan akademik di lingkungan kampus.
“Mari kita bersatu dan bersama-sama memberikan layanan terbaik bagi siapa pun yang membutuhkan pelayanan dari UNIMMA,” tuturnya.
Selama dua hari, peserta mendapatkan sejumlah materi untuk memperkuat karakter serta pemahaman AIK. Materi tersebut meliputi tauhid sebagai fondasi kehidupan, akhlak muslim berkemajuan, sejarah tajdid dan lahirnya Muhammadiyah, makna ibadah, hingga etika berorganisasi.
Pada akhir kegiatan, peserta diajak merefleksikan materi yang telah diperoleh dan merumuskan bentuk implementasi nilai-nilai AIK dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kampus.
Melalui Baitul Arqam, UNIMMA terus mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga berkarakter Islami dan memiliki semangat Kemuhammadiyahan.
Penguatan nilai AIK tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*)
