27.8 C
Jakarta

70 Kader Muhammadiyah Banyuraden Didorong Aktif Bergerak

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 70 pengurus dan anggota Persyarikatan Muhammadiyah Ranting Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti kegiatan Commitment Building yang digelar tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id.

 

Kegiatan yang berlangsung di Taman Sendang Bandung, Sleman, Sabtu (22/8/2026), tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat kebersamaan, kerja sama, motivasi, sekaligus komitmen kader dalam menggerakkan organisasi.

 

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur Persyarikatan di tingkat ranting, yakni Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA), dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Banyuraden.

 

Ketua tim PkM UMS, Ir. Afiqoh Akmalia Fahmi, S.T., M.Sc., mengatakan Commitment Building tidak sekadar ditujukan untuk membangun keakraban antarkader. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran setiap anggota agar berani mengambil peran dalam organisasi.

 

“Kami berharap semangat yang tumbuh dalam kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus dibawa setelah kegiatan selesai. Kebersamaan, komitmen, dan kemauan untuk berbagi peran diharapkan semakin kuat sehingga setiap anggota dapat mengambil bagian dalam menggerakkan Muhammadiyah Ranting Banyuraden,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

 

Menurut Afiqoh, kegiatan tersebut membawa semangat perubahan dari sekadar menjadi anggota menuju kader yang peduli, berani mengambil peran, dan siap menjadi penggerak organisasi.

 

Program tersebut terlaksana melalui hibah dana dari Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DRPPS) UMS.

 

Belajar Organisasi Lewat Outbound

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan outbound yang dikemas melalui berbagai permainan dan tantangan kelompok. Aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi, kepercayaan, pembagian peran, kepemimpinan, inisiatif, dan tanggung jawab bersama.

 

Dalam sesi tersebut, anggota tim pengabdian M Bagus Sudinadji, S.Psi., M.Psi., mengajak peserta melakukan refleksi atas pengalaman yang diperoleh selama permainan. Pengalaman tersebut kemudian dikaitkan dengan dinamika kehidupan berorganisasi.

 

Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak bergantung pada satu atau dua orang. Kemajuan organisasi membutuhkan kesediaan seluruh anggota untuk mengambil peran, saling mendukung, serta bergerak menuju tujuan bersama.

 

Refleksi juga diarahkan untuk melihat kembali keterlibatan masing-masing peserta dalam Persyarikatan. Mereka diajak mengevaluasi kontribusi yang telah diberikan, peran yang dapat diambil, serta bagaimana mengubah kebiasaan menunggu menjadi sikap aktif untuk berkontribusi.

 

Setelah outbound dan refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi indoor. Penasihat PRM Banyuraden H. Samiyanto memberikan materi penguatan commitment building untuk meningkatkan semangat kebersamaan, keterlibatan, dan komitmen peserta dalam menjalankan aktivitas organisasi.

 

Hasil evaluasi menunjukkan respons positif dari peserta. Kegiatan dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai kerja sama, kontribusi, pembagian peran, pengambilan inisiatif, serta pentingnya menerjemahkan komitmen ke dalam aksi nyata.

 

Kemajuan Muhammadiyah Tanggung Jawab Bersama

 

Ketua PRM Banyuraden, H. Luswikantoro Haris, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, Commitment Building menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh unsur Persyarikatan di Banyuraden.

 

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan seluruh unsur Persyarikatan di Banyuraden. Kami berharap semangat yang sudah terbangun dapat diwujudkan dalam kerja bersama dan kontribusi nyata untuk memajukan Muhammadiyah Banyuraden,” ungkapnya.

 

Ia berharap semangat yang muncul selama kegiatan tidak berhenti pada forum tersebut, tetapi berlanjut dalam berbagai program dan aktivitas Persyarikatan di tingkat ranting.

 

Kegiatan tersebut sekaligus mempererat hubungan antara PRM, PRA, PRNA, dan PRPM Banyuraden. Melalui perpaduan outbound, refleksi, dan penguatan materi, para peserta didorong semakin menyadari bahwa setiap anggota memiliki ruang untuk berkontribusi.

 

Dengan demikian, kemajuan Muhammadiyah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh kader dan anggota Persyarikatan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!